fbpx

Aturan Dasar Pemrograman Ladder Diagram PLC

Aturan-Dasar-Pemrograman-Ladder-Diagram-PLC
Jika Sahabat ingin unggul dalam pemrograman PLC, maka Sahabat harus mengetahui tentang aturan dasar Pemrograman Ladder Diagram PLC.

Share This Post

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on email

Aturan Dasar Pemrograman Ladder Diagram – Hallo sahabat semua !

Jika Sahabat ingin unggul dalam pemrograman Programmable Logic Controller (PLC), maka Sahabat harus mengetahui tentang aturan dasar Pemrograman Ladder Diagram PLC.

Aturan yang berbeda berlaku untuk berbagai jenis bahasa pemrograman PLC.

Terutama, Pada materi ini Kelas PLC akan menjelaskan aturan-aturan ini untuk bahasa pemrograman Ladder Diagram PLC dengan representasi program bahasa ladder di PLC. Aturan ini akan membantu kita untuk menulis program PLC.

6 Aturan Dasar Pemrograman Ladder Diagram PLC

Mari kita mulai dan mengikuti aturan pemrograman PLC ini berdasarkan kontak input dan output digital.

Di sini, Sahabat dapat melihat program LD dengan kontak input (NO dan NC) dan output.

Input-Dan-Output-Pada-Ladder-Diagram

Sesuai program yang Sahabat buat, Sahabat dapat mengatur instruksi I / O pemrograman dengan bantuan aturan pemrograman yang berbeda.

1. Input dapat digunakan dalam Seri maupun Paralel untuk membentuk sebuah koneksi

Jumlah input (I1, I2, I3, I4, …… In) dapat dihubungkan dengan output yang berbeda (Q1, Q2,… ..Qn) dengan menggunakan koneksi seri atau paralel.

Pada gambar di bawah ini, tiga Input (I1, I2, dan I3) dihubungkan secara seri dan empat Input (I1, I2, I3 dan I4) dihubungkan secara paralel dengan Output tunggal (Q1 dan Q2) masing-masing.

Jadi kita dapat menghubungkan input secara seri atau paralel sesuai kebutuhan pemrograman kita.

Catatan: Dalam program ini, gerbang AND mengikuti koneksi seri dan gerbang OR mengikuti koneksi paralel. Untuk detailnnya silahkan sahabat mempelajari Gerbang Logika Dan Fungsi Logika PLC.

Input-dapat-digunakan-dalam-Seri-maupun-Paralel-Pada-Pemrograman-Ladder-Diagram-PLC

2. Output (Atau Koil) Hanya Dapat Digunakan Secara Paralel

Menurut aturan kedua, output (Q1, Q2, Q3, Q4, …… Qn) dihubungkan secara paralel bersama dengan input tunggal (I1). Lihat gambar di bawah.

Jika input tunggal (I1) Normally Closed (kontak NC) maka semua output (Q1, Q2, Q3, Q4,… .Qn) akan aktif (On).

Output-Hanya-Dapat-Digunakan-Secara-Paralel-Pada-Pemrograman-Ladder-Diagram-PLC

3. Satu Input dapat digunakan beberapa kali dalam satu program

Sesuai aturan ketiga, Satu input dapat digunakan berulang kali di Rung yang berbeda.

Dari gambar di bawah ini, program memiliki output yang berbeda tetapi input (saklar) yang sama terhubung ke output yang berbeda.

Satu-Input-dapat-digunakan-beberapa-kali-dalam-satu-program-Ladder-Diagram-PLC

4. Satu Output tidak dapat digunakan beberapa kali dalam satu program, kecuali dalam fungsi Set / Reset dan Latch / Unlatch

Dalam fungsi set / reset, alamat output yang sama dapat digunakan. Dan itu dapat dihubungkan ke input yang sama atau berbeda.

Sesuai gambar di bawah ini, input yang berbeda (I1 dan I2) dihubungkan dengan output tunggal (Q1) menggunakan fungsi set dan reset.

Ketika Input (I1) ditekan, Koil output akan diatur (yaitu Q1 pada mode pengaktifan). Dan ketika input (I2) ditekan, koil output akan diatur ulang (yaitu Q1 pada mode nonaktif).

Output-dapat-di-gunakan-beberapa-kali-jika-menggunakan-fungsi-Set-dan-Reset-pada-ladder-diagram-PLC

Pada fungsi latch / unlatch, cara kerjanya sama dengan fungsi set / reset. Satu-satunya perbedaan adalah, input pertama (I1) adalah Normally Open (NO) dan input kedua (I2) Normally Closed (NC).

Fungsi latch / unlatch berguna untuk  cycling process. Ini adalah  proses berkelanjutan atau kontinyu dari awal hingga akhir.

5. Alamat Input tidak dapat digunakan sebagai Alamat Output

Alamat input yang sama dapat digunakan sebagai inputan ganda. Dan itu tidak dapat digunakan sebagai output.

Alamat-Input-tidak-dapat-digunakan-sebagai-Alamat-Output-pada-pemrograman-ladder-diagram

6. Alamat Output dapat digunakan sebagai Alamat Input

Aturan terakhir adalah bahwa Alamat output bisa kita gunakan sebagai alamat input. Dan bisa gunakan untuk cycling process (yaitu proses berkelanjutan dari awal hingga akhir).

Pada gambar di bawah ini, Koil output berfungsi sebagai inputan dengan menggunakan fungsi latch / unlatch.

Alamat-Output-dapat-digunakan-sebagai-Alamat-Input-Pada-Pemrograman-Ladder-Diagram

Jadi, Sahabat dapat menulis program PLC dengan berbagai cara menggunakan beberapa instruksi pemrograman PLC sesuai dengan aturan agar tidak terjadi kesalahan.

Tentunya, Sahabat akan menemukan aturan Dasar Pemrograman Ladder Diagram PLC ini berguna ketika Sahabat mulai benar-benar mengerjakan pemrograman PLC.

Berlatihlah mengikuti aturan ini dan menulis program PLC sesuai kebutuhan Sahbat dengan menggunakan konsep pemrograman gerbang logika.

Materi belajar plc selanjutnnya : Instruksi Pemrograman PLC Klasifikasi Dan Jenisnya

Dan sekian materi mengenai 6 aturan pemrograman ladder diagram PLC. Semoga ini bermanfaat untuk kita semua.

Jika Sahabat memiliki pertanyaan, silakan kita diskusi pada bagian komentar di bawah.

Terimakasih sudah Belajar PLC di Kelas PLC.

Materi lainnya yang terkait PLC:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Subscribe To Our Newsletter

Get updates and learn from the best

Materi lainnya yang dapat sahabat pelajari

Teori-Timer-Pada-PLC
Belajar PL Dasar

Teori Timer Pada PLC

Semua orang tahu mengapa waktu sangat penting dalam hidup kita. Baik itu manusia atau mesin, tidak ada yang bisa dilakukan tanpa waktu.

Cara-Kerja-Sensor-Ultrasonik
Belajar PLC

Cara Kerja Sensor Ultrasonik

Apa kesamaan antara lini produksi, bumper mobil modern, dan pencucian mobil otomatis? Jawaban: hampir pasti semuanya dilengkapi dengan sensor ultrasonik.

Apakah Sahabat masih punya pertanyaan lain?