fbpx

Penemuan Listrik Dan Penemu Listrik Penting Untuk Di Ketahui

penemu-listrik
Pada kesempatan kali ini Kelas PLC akan sedikit berbagi pengetahuan mengenai penemuan listrik dan penemu listrik.

Share This Post

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on email

Hallo Sahabat Kelas PLC,

Senang sekali masih bisa berjumpa dengan Sahabat Semua. Pada kesempatan kali ini Kelas PLC akan sedikit berbagi pengetahuan mengenai penemuan listrik dan penemu listrik. Karena dengan sahabat mengunjungi artikel ini berarti sahabat sedang mencari jawaban tentang hal tersebut.

Bukan begitu ?

Jika IYA, Maka Tepat sekali jika Sahabat mencari jawaban mengenai bagaimana listrik di temukan dan siapa yang menumakan listrik. Karena Kita akan membahas hal tersebut disini.

Oke mari kita mulai.

Penemuan Listrik Dan Penemu Listrik

Listrik adalah salah satu bentuk energi dan terjadi di alam, jadi tidak “diciptakan”. Mengenai siapa yang menemukannya, banyak kesalahpahaman berlimpah.

Beberapa dari Kita memuji Benjamin Franklin karena telah menemukan listrik, tetapi eksperimennya hanya membantu membangun hubungan antara petir dan listrik, tidak lebih.

Kebenaran tentang penemuan listrik sedikit lebih kompleks daripada seorang pria yang menerbangkan layang-layang miliknya. Sebenarnya ini sudah lebih dari dua ribu tahun yang lalu.

Pada sekitar 600 SM, Orang Yunani Kuno menemukan bahwa menggosok bulu pada batu ambar (resin pohon yang membatu) menyebabkan ketertarikan antara keduanya – dan oleh karena itu, yang ditemukan orang Yunani sebenarnya adalah listrik statis.

Selain itu, para peneliti dan arkeolog pada tahun 1930-an menemukan pot dengan lembaran tembaga di dalamnya yang mereka yakini sebagai baterai kuno yang dimaksudkan untuk menghasilkan cahaya di situs Romawi kuno.

Perangkat serupa ditemukan di penggalian arkeologi dekat Baghdad yang berarti orang Persia kuno mungkin juga menggunakan bentuk awal baterai.

penemuan listrik

Tetapi pada abad ke-17, banyak penemuan terkait kelistrikan telah dibuat, seperti penemuan generator elektrostatis awal, diferensiasi antara arus positif dan negatif, dan klasifikasi bahan sebagai konduktor atau isolator.

Pada tahun 1600, dokter Inggris William Gilbert menggunakan kata Latin “electricus” untuk menggambarkan kekuatan yang diberikan zat tertentu saat bergesekan satu sama lain. Beberapa tahun kemudian ilmuwan Inggris lainnya, Thomas Browne, menulis beberapa buku dan dia menggunakan kata “listrik” untuk menggambarkan penyelidikannya berdasarkan karya Gilbert.

Pada 1752, Benjamin Franklin melakukan eksperimennya dengan layang-layang, kunci, dan badai. Ini hanya membuktikan bahwa kilat dan percikan listrik kecil adalah hal yang sama.

Fisikawan Italia Alessandro Volta menemukan bahwa reaksi kimia tertentu dapat menghasilkan listrik, dan pada tahun 1800 ia membangun tiang volta (baterai listrik awal) yang menghasilkan arus listrik yang stabil, dan karenanya ia adalah orang pertama yang menciptakan aliran muatan listrik yang stabil.

Volta juga menciptakan transmisi listrik pertama dengan menghubungkan konektor bermuatan positif dan bermuatan negatif dan menggerakkan muatan listrik, atau voltase, melaluinya.

Pada tahun 1831, listrik menjadi layak untuk digunakan dalam teknologi ketika Michael Faraday menciptakan dinamo listrik. Yang dimana ini dapat memecahkan masalah. Dan tentunnya ini berhasil menghasilkan arus listrik dengan cara yang berkelanjutan dan praktis.

Penemuan Faraday yang agak kasar menggunakan magnet yang dipindahkan ke dalam gulungan kawat tembaga, menciptakan arus listrik kecil yang mengalir melalui kawat tersebut.

Ini membuka pintu bagi Thomas Edison dan ilmuwan Inggris Joseph Swan yang masing-masing menemukan bola lampu filamen pijar di negara masing-masing pada sekitar tahun 1878. Sebelumnya, bola lampu telah ditemukan oleh orang lain, tetapi bola lampu pijar adalah bola lampu praktis pertama yang akan menghasilkan cahaya selama berjam-jam.

Swan dan Edison kemudian mendirikan perusahaan patungan untuk memproduksi lampu filamen praktis pertama, dan Edison menggunakan sistem arus searah (DC) miliknya untuk memberikan daya guna menerangi lampu jalan listrik New York pertama pada bulan September 1882.

Kemudian di tahun 1800-an dan awal 1900-an, insinyur, penemu, dan ahli kelistrikan Amerika Serbia, Nikola Tesla, menjadi kontributor penting bagi kelahiran listrik komersial. Dia bekerja dengan Edison dan kemudian memiliki banyak perkembangan revolusioner dalam elektromagnetisme, dan memiliki hak paten yang bersaing dengan Marconi untuk penemuan radio. Ia terkenal karena karyanya dengan arus bolak-balik (AC), motor AC, dan sistem distribusi polifase.

Kemudian, penemu dan industrialis Amerika George Westinghouse membeli dan mengembangkan motor paten Tesla untuk menghasilkan arus bolak-balik, dan karya Westinghouse, Tesla, dan lainnya secara bertahap meyakinkan masyarakat Amerika bahwa masa depan listrik terletak pada AC dari pada DC.

Orang lain yang bekerja untuk membawa penggunaan listrik ke tempatnya sekarang termasuk penemu Skotlandia James Watt, Andre Ampere, seorang matematikawan Perancis, dan matematikawan dan fisikawan Jerman Georg Ohm.

Jadi, bukan hanya satu orang yang menemukan listrik. Sementara konsep kelistrikan telah dikenal selama ribuan tahun, ketika tiba saatnya untuk mengembangkannya secara komersial dan ilmiah, ada beberapa pemikir hebat yang mengerjakan masalah ini pada saat yang bersamaan.

Dan itulah sedikit pengetahuan yang dapat Kelas PLC berikan mengenai penemuan listrik dan penemu listrik. Jika Sahabat memiliki pertanyaan tentang listrik silahkan bertanya dan mari Kita berdiskusi dikolom komentar.

Terimakasih sudah belajar di Kelas PLC.

Sumber refrensi :

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Subscribe To Our Newsletter

Get updates and learn from the best

Materi lainnya yang dapat sahabat pelajari

Apakah Sahabat masih punya pertanyaan lain?