fbpx

Mengetahui Pengertian Induktor dan Fungsinya

pengertian-induktor-dan-fungsinya
Induktor adalah salah satu komponen elektronika pasif yang sering kita temukan pada rangkaian elektronika.

Share This Post

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on email

Induktor adalah salah satu komponen elektronika pasif yang sering kita temukan pada rangkaian elektronika. Komponen ini pada umumnya terdapat pada rangkaian yang berhubungan dengan frekuensi radio. Induktor atau biasa disebut dengan coil merupakan komponen elektronika pasif yang terdiri dari berbagai susunan lilitan kawat yang nantinya akan membentuk adanya sebuah kumparan. Untuk lebih jelasnya, dibawah ini akan kita bahas mengenai pengertian induktor dan fungsinya secara lebih rinci.

Pengertian Induktor dan Fungsinya

Selain resistor dan kapasitor, induktor adalah salah satu komponen elektronika penting pada elektronika pasif yang terdapat pada rangkaian elektronika. Induktor sering kita temukan dalam rangkaian yang berkaitan dengan frekuensi radio. Induktor yang terdiri dari susunan lilitan kawat yang membentuk sebuah kumparan jika telah dialiri arus listrik.

Selanjutnya akan dapat menimbulkan medan magnet yang menyimpan energi dalam waktu yang relatif singkat. Dasar dari sebuah induktor adalah sesuai dengan hukum induksi Faraday. Induktor merupakan salah satu komponen inti dari suatu peralatan elektronik. Induktor adalah sebuah komponen elektronika pasif yang dapat menyimpan energi pada medan magnetik apabila memperoleh tegangan atau arus listrik.

Pada medan dari induktor yang dapat menghasilkan tegangan listrik, maka akan berbanding lurus dengan adanya perubahan sesaat yang berasal dari arus listrik yang mengalir melalui medan tersebut. Induktor dapat menimbulkan medan magnet yang sesuai dengan kebutuhan. Dimana selaras dengan besar medan magnet yang telah diberikan atau besar arus yang diberikan.

Fungsi Induktor dan Aplikasinya

Induktor terdiri dari lilitan kumparan kawat yang terbuat dari tembaga tunggal yang kemudian dililitkan melingkar pada inti logam atau sering disebut dengan coker. Induktor memiliki beragam fungsi dalam kehidupan sehari-hari, terutama pada bidang elektronika serta peralatan listrik.

Induktor memiliki fungsi utama dalam suatu rangkaian yaitu untuk melawan fluktuasi arus yang melewatinya. Selain itu, seperti yang telah kita ketahui sebelumnya, induktor juga berfungsi sebagai penghasil arus magnet serta arus listrik.

Berikut ini beberapa fungsi lain dari induktor:

  • Menyimpan arus listrik dalam medan magnet
  • Menahan arus bolak-balik (AC)
  • Meneruskan arus searah (DC)
  • Menapis (filter) frekuensi tertentu
  • Pembangkit getaran serta melipatgandakan tegangan
  • Bersama kapasitor, induktor berfungsi sebagai rangkaian resonator yang bisa beresonansi pada frekuensi tinggi.
  • Dua induktor atau lebih terkopel secara magnetic dengan membentuk transformartor.

Berdasarkan pengertian induktor dan fungsinya tersebut, komponen sering diaplikasikan pada beberapa alat elektronik seperti motor listrik, speaker, microphone, relay, solnoid, dan transformer. Selain itu, induktor sering diaplikasikan sebagai filter dalam rangkaian yang berhubungan dengan frekuensi.

Jenis-Jenis Induktor

Jenis-Jenis-Induktor

Berdasarkan bahan inti beserta bentuknya, induktor dibagi dalam beberapa jenis, diantaranya adalah:

1. Variable Inductor

Salah satu induktor yang memiliki nilai induktansinya dapat diatur sesuai dengan keinginan. Inti dari induktor jenis ini pada umumnya terbuat dari bahan ferit yang dapat diputar-putar.

2. Laminated Core Induction

Jenis induktor ini menggunakan inti yang terdiri dari beragam lapis lempengan logam yang ditempelkan secara paralel. Masing-masing lempengan logam tersebut diberikan isolator.

3. Torroidal Core Inductor

Jenis induktor selanjutnya menggunakan inti yang berbentuk O Ring (seperti donat).

4. Ferrite Core Inductor

Pada induktor jenis ini menggunakan bahan ferit sebagai intinya.

5. Iron Core Inductor dan Air Core Inductor Dua jenis induktor yang masing-masing menggunakan bahan besi dan udara sebagai bahan intinya.

Cara Kerja Induktor

Cara-kerja-induktor

Pada saat arus mulai dialirkan ke induktor, maka komponen ini akan mulai menghasilkan medan magnet yang ditimbulkan oleh perubahan arus listrik pada medan magnet dengan tidak merubah tegangan listrik yang ada. Perubahan tersebut sering dinamakan dengan fluks magnet.

Selanjutnya perubahan arus listrik yang telah mengalir pada lilitan inti besi kemudian akan menghasilkan medan magnet yang ada di sekitar kumparan tersebut. Sehingga, besi tersebut akan berubah menjadi magnet selama memperoleh arus magnetik yang berasal dari sumber daya yang berupa arus bolak-balik (DC) atau arus yang searah (AC).

Nilai dan Satuan Induktor

Nilai induktansi sebuah induktor dinyatakan dalam satuan Henry serta ditulis dengan notasi H. Sedangkan besarnya induktansi dari induktor yang terdapat di pasaran pada umumnya berada di kisaran mikroHenry (uH) serta miliHenry (mH).

Nilai induktansi biasanya dipengaruhi oleh sejumlah faktor yang diantaranya:

  • Jumlah lilitan. Semakin banyak lilitan, maka semakin besar nilai induktansinya.
  • Panjang lilitan. Semakin pendek lilitan, dalam hal ini yang dimaksud bukan panjang kawat, maka semakin besar pula nilai induktansinya.
  • Kerapatan lilitan. Semakin rapat lilitan yang ada, maka semakin besar nilai induktansi yang dimiliki induktor.
  • Panjang inti lilitan. Semakin panjang inti lilitan, maka semakin besar nilai induktansinya.
  • Diameter inti lilitan. Kian besar diameter intinya, maka kian besar pula nilai induktansinya.
  • Permeabilitas bahan inti. Semakin tinggi permeabilitas bahan inti yang digunakan, maka semakin besar nilai induktansinya.

Simbol dan Bentuk Fisik Induktor

Simbol-dan-Bentuk-Fisik-Induktor

Simbol induktor digambarkan dalam bentuk garis lilitan yang hampir sama dengan lilitan kawat. Pada masing-masing jenis induktor digambarkan dengan simbol yang berbeda-beda. Sedangkan untuk bentuk fisik dari induktor yang paling sederhana adalah berupa kawat lilitan dengan inti data. Selanjutnya untuk aplikasi elektronika yang lebih praktis serta dapat menyesuaikan kebutuhan, maka dibuat dengan beragam jenis induktor dengan bentuk fisik yang beragam pula.

Setelah mengetahui penjelasan pengertian induktor dan fungsinya diatas, maka tentu Sahabat akan menjadi lebih paham mengenai peran induktor tersebut. Dalam pengaplikasiannya, induktor memiliki peran yang sangat banyak dalam penggunaan beragam alat elektronika serta beberapa mesin listrik. Induktor sendiri sering digunakan sebagai komponen yang akan bekerja secara otomatis yang dapat mempermudah dalam pengoperasian alat-alat elektronika.

Silahkan share jika artikel ini bermanfaat.

Terimakasih sudah belajar di Kelas PLC.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Subscribe To Our Newsletter

Get updates and learn from the best

Materi lainnya yang dapat sahabat pelajari

Teori-Timer-Pada-PLC
Belajar PL Dasar

Teori Timer Pada PLC

Semua orang tahu mengapa waktu sangat penting dalam hidup kita. Baik itu manusia atau mesin, tidak ada yang bisa dilakukan tanpa waktu.

Cara-Kerja-Sensor-Ultrasonik
Belajar PLC

Cara Kerja Sensor Ultrasonik

Apa kesamaan antara lini produksi, bumper mobil modern, dan pencucian mobil otomatis? Jawaban: hampir pasti semuanya dilengkapi dengan sensor ultrasonik.

Apakah Sahabat masih punya pertanyaan lain?