fbpx

Pengertian Integrated Circuit (IC) dan Aplikasinya

Pengertian-Integrated-Circuit-(IC)-dan-Aplikasinya
Pengertian Integrated Circuit (IC) dan aplikasinya penting untuk kita ketahui mengingat peranannya di dalam kehidupan. Integrated Circuit atau sering disingkat dengan IC merupakan komponen elektronika aktif.

Share This Post

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on email

Pengertian Integrated Circuit (IC) dan aplikasinya penting untuk kita ketahui mengingat peranannya di dalam kehidupan. Integrated Circuit atau sering disingkat dengan IC merupakan komponen elektronika aktif.

Dimana tersusun dari gabungan ratusan, ribuan, hingga jutaan transistor, resistor, dioda, dan juga kapasitor. Yang mana telah diintegrasikan menjadi suatu rangkaian elektronika di dalam sebuah kemasan kecil.

Pengertian Integrated Circuit (IC) dan Aplikasinya

Bahan utama yang digunakan untuk membentuk sebuah Integrated Circuit (IC) yakni bahan semikonduktor. Sedangkan silicon adalah bahan semikonduktor yang paling sering digunakan di dalam teknologi Fabrikasi Integrated Circuit (IC).

Di dalam bahasa Indonesia, Integrated Circuit atau IC ini juga sering diartikan sebagai Sirkuit Terpadu. Sebenarnya, sebelum Integrated Circuit (IC) ini digunakan, terdapat sejarah yang melatarbelakangi penggunaannya.

Sejarah Integrated Circuit (IC)

Teknologi Integrated Circuit (IC) atau yang disebut sebagai Sirkuit Terpadu ini, pertama kali diperkenalkan pada tahun 1958 oleh Jack Kilby yang pada saat itu bekerja untuk Texas Instrument. Selang setengah tahun kemudian Robert Noyce berhasil melakukan fabrikasi IC dengan menggunakan sistem interkoneksi pada sebuah Chip Silikon.

Integrated Circuit (IC) adalah salah satu perkembangan teknologi yang paling signifikan pada abad ke-20 silam. Sebelum adanya penemuan IC, peralatan elektronik saat itu umumnya menggunakan Tabung Vakum.

Tabung Vakum ini digunakan sebagai komponen utama yang kemudian digantikan dengan transistor yang mempunyai ukuran lebih kecil. Akan tetapi, untuk merangkai sebuah rangkaian elektronika yang rumit serta kompleks, membutuhkan komponen transistor dalam jumlah yang banyak.

Sehingga untuk perangkat elektronika yang dihasilkannya pun memiliki ukuran besar serta kurang cocok untuk bisa dibawa bepergian atau portable. Teknologi Integrateg Circuit (IC) memberikan sebuah kemungkinan seorang perancang rangkaian elektronika untuk membuat sebuah peralatan elektronika.

Peralatan ini mempunyai keuntungan tersendiri, seperti lebih ringan, lebih kecil, dan harga yang lebih terjangkau. Konsumsi daya listrik pada sebuah Integrated Circuit (IC juga lebih ringan apabila dibandingkan dengan transistor).

Oleh sebab itulah, Integrated Circuit (IC) telah menjadi komponen utama hampir pada seluruh peralatan elektronika yang kita gunakan saat ini. Tanpa adanya teknologi Integrated Circuit (IC) mungkin sekarang ini kita tidak bisa menikmati peralatan elektronika portable. Seperti halnya laptop, MP3 player, handphone, tablet PC, konsol game portable, kamera digital, peralatan elektronika berbentuk kecil, serta bisa dibawa bepergian kemana pun.

Dibawah ini adalah gambar IC (Integrated Circuit) dan Simbolnya :

Gambar-dan-simbol-IC

Tujuan dan Fungsi Integrated Circuit (IC)

Berbicara soal pengertian Integrated Circuit (IC) dan aplikasinya, maka kita akan menemukan tujuan serta fungsi dari Integrated Circuit (IC) tersebut. Integrated Circuit (IC) dibuat dengan tujuan untuk merakit satu rangkaian.

Penggunaan Integrated Circuit (IC) terbilang lebih praktis dan juga biaya yang dikeluarkan relatif lebih ringan. Selain itu, juga bisa mengerjakan suatu rangkaian secara efektif dan efisien bila dibandingkan dengan menggunakan transistor.

Fungsi dari Integrated Circuit (IC) sendiri ada berbagai macam sesuai dengan kode atau type IC tersebut. Namun secara umum, Integrateg Circuit (IC) ini berfungsi sebagai pengaturan tegangan input serta out put.

Kemudian juga berfungsi sebagai jantung pada suatu rangkaian. Integrated Circuit (IC) berperan sebagai pengatur kerja dari setiap blok rangkaian dengan cara membagi tugas masing-masing blok rangkaian tertentu.

Bagian-Bagian Integrated Circuit (IC)

Umumnya, Integrated Circuit (IC) ini terdiri dari dua bagian. Pertama adalah IC Monolitik dan bagian kedua yakni IC Hibrid. Berikut ini adalah penjelasannya.

IC Monolitik

IC Monolitik merupakan IC yang berdiri sendiri. Maksudnya di dalam satu IC monolitik tersebut hanya menjalankan atau mengatur satu blok rangkaian saja.

Selain itu, tidak tergabung dengan IC yang lainnya. Umumnya IC Monolitik biasanya diperoleh pada radio serta televisi. Sebagai contoh seperti IC AN 7812, SN 7400, 7411, AN 7805, dan lainnya.

IC Hybrid

IC Hybrid merupakan gabungan dari beberapa IC atau dengan kata lain IC yang terkumpul. Di dalam satu PCB (papan rangkaian) umumnya IC Hybrid ini terdapat pada komputer.

Aplikasi Integrated Circuit (IC) Beserta Fungsinya

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, berdasarkan aplikasi serta fungsinya, Integrated Circuit (IC) bisa dibedakan menjadi IC Linear, IC Digital, serta gabungan dari kedua IC tersebut. Berikut ini adalah penjelasan lebih lanjutnya.

Integrated Circuit (IC) Linear

Integrated Circuit (IC) atau sering disebut juga sebagai IC Analog merupakan IC yang pada umumnya memiliki fungsi sebagai berikut:

  • Sebagai Penguat Daya atau Power Amplifier
  • Sebagai Penguat Sinyal atau Signal Amplifier
  • Sebagai Penguat Operasional atau Operational Amplifier atau Op Amp
  • Sebagai Penguat Sinyal Mikro atau Microwave Amplifier
  • Sebagai Penguat RF serta IF (RF and IF Amplifier)
  • Sebagai Viltage Comparator
  • Sebagai Multiplier
  • Sebagai Penerima Frekuensi Radio atau Radio Receiver
  • Sebagai Regulator Tegangan atau Voltage Regulator

Integrated Circuit (IC) Digital

Integrated Circuit (IC) Digital pada dasarnya merupakan rangkaian switching yang tegangan input atau masukan serta output atau keluarannya hanya mempunyai dua level. Dua level ini “tinggi” serta “rendah” atau di dalam kode binary dilambangkan dengan “1” serta “0”.

Integrated Circuit (IC) Digital pada umumnya memiliki fungsi sebagai berikut:

  • Sebagai Flip-flop
  • Sebagai Gerbang Logika atau Logic Gates
  • Sebagai Timer
  • Sebagai Counter
  • Sebagai Multiplexer
  • Sebagai Calculator
  • Sebagai Memory
  • Sebagai Clock
  • Sebagai Microprocessor atau Mikroprosesor
  • Sebagai Microcontroller

Penting untuk selalu diingat bahwa Integrated Circuit (IC) merupakan salah satu komponen elektronika aktif yang sensitif terhadap pengaruh ESD atau Electostatic Discharge. Maka dari itulah, pengertian Integrated Circuit (IC) dan aplikasinya penting untuk dipahami dengan baik.

Jika Sahabat memiliki pertanyaan apa pun yang terkait dengan materi ini, Sahabat dapat dengan bebas berkomentar di kolom komentar yang sudah Kelas PLC sediakan.

Terimakasih sudah berkunjung ke Kelas PLC.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Subscribe To Our Newsletter

Get updates and learn from the best

Materi lainnya yang dapat sahabat pelajari

Apakah Sahabat masih punya pertanyaan lain?