fbpx

Simak Pengertian Komponen Elektronika Aktif dan Pasif

pengertian-komponen-elektronika-aktif-dan-pasif
Hampir sebagian besar peralatan yang digunakan memiliki keterkaitan dengan elektronika ini. Maka dari itulah, penting bagi kita untuk mengetahui pengertian komponen elektronika aktif dan pasif.

Share This Post

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on email

Seperti yang telah kita tahu, adanya perkembangan teknologi membuat kehidupan saat ini tak lepas dari adanya dan peran elektronika. Hampir sebagian besar peralatan yang digunakan memiliki keterkaitan dengan elektronika ini. Maka dari itulah, penting bagi kita untuk mengetahui pengertian komponen elektronika aktif dan pasif.

Komponen elektronika merupakan elemen dasar yang dimanfaatkan untuk membentuk serangkaian elektronika. Biasanya, dikemas ke dalam bentuk diskrit dengan menggunakan dua atau lebih terminal penghubung.

Di dalam suatu rangkaian elektronika, setiap komponen elektronika mempunyai fungsinya masing-masing. Fungsi-fungsi tersebut diantaranya adalah sebagai penghambat, penguat, penghantar, penyaring, dan juga berfungsi sebagai pengendali.

Simak-Pengertian-Komponen-Elektronika-Aktif-dan-Pasif

Pengertian Komponen Elektronika Aktif dan Pasif

Masing-masing dari komponen elektronika ini juga mempunyai nilai serta tipenya masing-masing. Dengan demikian, dapat menjalankan fungsinya sesuai keinginan para perancang rangkaian elektronika.

Komponen elektronika ini juga merupakan sebuah alat berupa benda yang dapat menjadi bagian pendukung suatu rangkaian elektronik. Dimana mampu bekerja sesuai dengan fungsi dan kegunaannya.

Pada dasarnya terdapat beberapa macam komponen elektronika yang dibagi menjadi dua macam berdasarkan cara serta sistem kerjanya, yakni komponen elektronika aktif dan pasif. Agar dapat mengetahui secara jelas dan detail mengenai pengertian komponen elektronika aktif dan pasif, ada baiknya untuk menyimak ulasan berikut ini.

Pengertian Komponen Elektronika Aktif

Komponen elektronika aktif merupakan jenis komponen elektronika yang dapat mengarahkan aliran arus listrik. Dengan kata lain, memiliki penguatan pada suatu rangkaian elektronik. Komponen elektronika aktif ini juga dibagi menjadi beberapa macam. Seperti halnya dioda, transistor, dan IC (Integrated Circuit). Untuk lebih jelasnya lagi, dapat anda simak ulasan berikut ini terkait macam-macam komponen elektronika aktif.

Dioda

Dioda merupakan suatu komponen elektronika aktif yang dimanfaatkan untuk penyama arah dari yang awalnya arus bolak-balik kemudian menjadi arus searah. Bila dilihat dari asal katanya, dioda berasal dari kata anoda dan katoda.

Masing-masing dari jenis dioda ini mempunyai fungsinya masing-masing, diantaranya adalah sebagai berikut. Dioda penyearah memiliki fungsi untuk menyearahkan arus AC ke DC.

Dioda zener berfungsi untuk pengaman pada susunan arus yang bersangkutan. Lalu dioda emisi cahaya merupakan dioda yang memiliki fungsi untuk memancarkan cahaya monokromatik.

Dioda foto yakni dioda yang mampu bergerak dengan pergerakan cahaya hingga dijadikan sebagai sensor. Selain itu, masih ada jenis dioda lainnya.

Transistor

Berbicara soal pengertian komponen elektronika aktif dan pasif, maka tidak akan lepas dari keberadaan transistor ini. Transistor merupakan alat semikonduktor yang digunakan sebagai penguat, sirkuit pemutus, serta penyambung (switching).

Selain itu, juga memiliki fungsi sebagai stabilisasi tegangan, modulasi sinyal, dan fungsi lainnya. Transistor ini bisa berfungsi semacam kran listrik.

Dimana berdasarkan arus inputnya atau BJT maupun tegangan inputnya atau FET memberikan sebuah kemungkinan untuk mengalirkan listrik yang sangat akurat dari sirkuit sumber listriknya. Secara umum, transistor mempunyai 3 terminal.

Terdiri dari Basis (B), Emitor (E), dan juga Kolektro (C). Emitor dapat digunakan untuk mengatur arus serta tegangan yang lebih besar daripada arus input Basis, yakni pada keluaran tegangan dan arus output kolektor.

IC (Integrated Circuit)

Satu lagi dari jenis komponen elektronika aktif, yaitu IC (Integrated Circuit). IC merupakan komponen aktif yang terdiri dari campuran ratusan bahkan jutaan transistor, resistor, dan juga komponen yang ada hingga menjadi tempat kecil.

Bentuk dari IC ini pun juga beraneka macam. Mulai dari hanya berkaki tiga hingga ratusan. IC berfungsi untuk penguat, pengontrol, dan juga sebagai media penyimpanan.

Pengertian Komponen Elektronika Pasif

Setelah kita mengulas komponen elektronika aktif dari pengertian komponen elektronika aktif dan pasif, beralih ke pembahasan selanjutnya yaitu komponen elektronika pasif. Komponen elektronika pasif merupakan komponen elektronika yang tidak sama dengan komponen aktif.

Dimana justru kebalikan dari komponen aktif, yaitu memerlukan tegangan listrik ataupun arus listrik agar dapat berfungsi. Komponen pasif ini dibagi ke dalam beberapa jenis, seperti resistor, kapasitor, dan juga induktor. Untuk penjelasan lebih lanjutnya, simak pemaparan berikut ini.

Resistor

Resistor juga disebut sebagai hambatan. Dimana menjadi komponen elektronika pasif yang memiliki fungsi untuk menghambat serta mengatur arus listrik di dalam suatu rangkaian elektronika.

Satuan nilai dari resistor atau hambatan ini adalah Ohm. Nilai resistor ini biasanya ditunjukkan dengan menggunakan kode angka ataupun gelang warna yang terdapat di badan resistor.

Hambatan resistor sering juga disebut sebagai resistenasi atau resistance. Ada beberapa jenis resistor yang dapat kita jumpai, diantaranya seperti resistor yang memiliki nilai tetap.

Selain itu, ada juga resistor dengan nilai yang dapat diatur. Resistor ini sering disebut juga dengan variable resistor maupun potensiometer, serta jenis-jenis resistor lainnya.

Kapasitor

Kapasitor merupakan komponen elektronik pasif yang mempunyai kemampuan untuk menyimpan arus listrik di dalam waktu sementara. Kapasitor ini memiliki fungsi sebagai penyaring pada susunan daya, untuk memilih gelombang radio pada susunan, serta pemetaan arus listrik.

Ada beberapa jenis kapasitor yang perlu kita ketahui, yakni kapasitor dengan nilai yang bisa diatur. Kapasitor yang memiliki nilai tetap serta tidak mempunyai pola. Terakhir adalah kapasitor dengan nilai tetap, akan tetapi memiliki pola positif maupun negatif.

Induktor

Induktor disebut juga sebagai coil, merupakan komponen elektronika pasif yang tersusun atas lilitan kawat yang membentuk sebuah kumparan.

Induktor dalam menimbulkan medan magnet ketika dialiri arus listrik. Satuan induktansi pada induktor ini adalah Henry (H).

Komponen-komponen yang termasuk dalam induktor ini seperti iron core inductor, torroidal core inductor, laminated core inductor, dan komponen lainnya. Bila kita membahas mengenai pengertian komponen elektronika aktif dan pasif, maka induktor beserta jenis-jenisnya ini akan mudah kita temukan.

Silahkan share jika artikel ini bermanfaat.

Terimakasih sudah belajar di Kelas PLC.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Subscribe To Our Newsletter

Get updates and learn from the best

More To Explore

bahasa-pemrograman-plc
Belajar PL Dasar

5 Jenis Bahasa Pemrograman PLC

5 bahasa pemrograman umum yang terkenal untuk PLC dan bahasa pemrograman plc menurut standar iec 61131-3.

Apakah Sahabat masih punya pertanyaan lain?

kursus plc

Download Sekarang !

Gratis Ebook Electronics For Dummies

Buku Electronics For Dummies yang di jual di amazon dengan harga $69.95 atau setara dengan Rp. 1.021.462 bisa kamu dapatkan secara GRATIS  !