fbpx

Mengetahui Pengertian Transformator dan Prinsip Kerjanya

Pengertian-Transformator-dan-Prinsip-Kerjanya
Transformator atau biasa disebut dengan trafo merupakan salah satu komponen elektronika. Alat ini memiliki tugas utama yang dapat mengubah tekanan bolak-balik pada tegangan AC dalam taraf tertentu.

Share This Post

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on email

Di Indonesia, dalam setiap rumah baik yang berada di kota ataupun di desa, tentunya dialiri adanya arus listrik 220V. Arus listrik 220V merupakan jenis arus listrik bolak-balik yang berasal dari Perusahaan Listrik Negara (PLN). Tegangan listrik yang telah dihasilkan oleh PLN pada umumnya dapat mencapai puluhan hingga ratusan kilo volt yang kemudian dapat diturunkan menjadi 220V seperti yang telah kita gunakan saat ini. Untuk menurunkan tegangan listrik tersebut, kita tentu memerlukan adanya alat khusus yang bernama transformator. Di bawah ini akan kita bahas mengenai pengertian transformator dan prinsip kerjanya yang perlu anda ketahui.

Pengertian Transformator dan Prinsip Kerjanya

Dengan adanya arus 220V, maka kita dapat dengan mudah dalam menikmati terangnya lampu, baik lampu pijar atau lampu neon, serunya acara televisi, serta peralatan lain yang memerlukan adanya aliran listrik. Dengan adanya transformator, maka pendistribusian listrik dari pembangkit listrik PLN dapat secara mudah disalurkan ke dalam rumah-rumah penduduk. Transformator atau biasa disebut dengan trafo merupakan salah satu komponen elektronika. Alat ini memiliki tugas utama yang dapat mengubah tekanan bolak-balik pada tegangan AC dalam taraf tertentu.

Pengertian Transformator (Trafo)

Pengertian dari transformator adalah suatu alat listrik yang dapat mengubah taraf dari suatu tegangan AC ke taraf yang lain. Hal ini dimaksudkan adanya penurunan tegangan AC dari 220 VAC ke 12 VAC atau sebaliknya, menaikkan tegangan dari 110 VAC menuju 220 VAC. Alat ini bekerja pada suatu prinsip induksi elektromagnet serta hanya dapat bekerja pada tegangan yang berarus bolak-balik (AC). Perlu anda ketahui, transformator mempunyai peranan yang sangat penting dalam pendistribusian tenaga listrik.

Selain itu, transformator dapat menaikkan arus listrik yang berasal dari pembangkit listrik PLN hingga dalam ratusan kilo volt. Selanjutnya, dapat didistribusikan secara menyeluruh. Kemudian transformator lainnya menurunkan tegangan listrik tersebut menuju pada tegangan yang diperlukan oleh setiap rumah tangga hingga perkantoran. Pada umumnya, rumah dan perkantoran tersebut menggunakan tegangan AC 220 volt.

Prinsip Kerja Transformator (Trafo)

Prinsip-Kerja-Transformator-(Trafo)

Dalam sebuah transformator yang sederhana, pada dasarnya terdiri dari 2 kumparan atau lilitan kawat yang telah terisolasi. Kumparan kawat tersebut dinamakan dengan kumparan sekunder dan primer. Pada umumnya, kumparan kawat terisolasi ini selanjutnya dililitkan pada sebuah besi yang dinamakan dengan core atau inti besi.

Pada saat kumparan primer telah dialiri arus bolak-balik (AC), maka akan menimbulkan medan magnet atau yang disebut dengan fluks magnetik yang ada di sekitarnya. Kekuatan medan magnet atau disebut dengan densitas fluks magnet akan dipengaruhi oleh besarnya arus listrik yang telah dialirinya.

Dalam hal ini, semakin besar arus listrik yang dihasilkan, maka semakin besar pula medan magnetnya. Flukstuasi medan magnet yang terjadi di sekitar kumparan primer akan menginduksi Gaya Gerak Listrik (GGL) yang berada di dalam kumparan sekunder.

Selanjutnya, akan terjadi pelimpahan daya dari kumparan primer menuju kumparan sekunder. Dalam hal ini, maka akan terjadi pengubahan taraf tegangan listrik, baik dari tegangan rendah menuju tegangan lebih tinggi atau sebaliknya, dari tegangan tinggi menuju tegangan yang lebih rendah.

Sedangkan inti besi yang terdapat pada transformator pada umumnya merupakan kumpulan lempengan-lempengan besi tipis yang terisolasi. Lempengan-lempengan besi ini berfungsi untuk mempermudah jalannya fluks magnet yang telah ditimbulkan oleh arus listrik kumparan. Selain itu, juga digunakan untuk mengurangi arus panas yang telah ditimbulkan.

Jenis-Jenis Tranformator (Trafo)

Selain mengetahui pengertian transformator dan prinsip kerjanya, anda juga perlu mengetahui mengenai jenis-jenis transformator. Perlu anda ketahui, transformator terdiri dari dua jenis yang diantaranya:

Transformator Step UP

Jenis transformator ini memiliki fungsi untuk menaikkan level tegangan AC atau menaikkan dari taraf rendah menuju ke taraf yang lebih tinggi. Di sini, komponen tegangan sekunder dijadikan sebagai tegangan output yang lebih tinggi. Tegangan ini dapat ditingkatkan dengan cara memperbanyak lilitan pada kumparan sekundernya sehingga jumlah lilitan kumparan sekunder lebih sedikit. Transformator step up ini digunakan sebagai penghubung trafo generator menuju grid yang ada di dalam tegangan listrik.

Transformator Step Down

Trasformator step down memiliki fungsi untuk menurunkan taraf level tegangan AC dari  tinggi ke rendah. Trafo jenis ini, rasio mengenai jumlah lilitan pada kumparan primer lebih banyak dibandingkan dengan jumlah lilitan pada kumparan sekunder. Trafo step down seringkali digunakan untuk mengubah tegangan grid yang lebih tinggi menuju ke rendah. Hal ini dapat digunakan pada peralatan rumah tangga. Sebagai contoh, dalam menurunkan taraf tegangan listrik dari PLN yang sebesar 220V menjadi taraf tegangan yang dapat disesuaikan dengan peralatan elektronik yang ada di rumah-rumah penduduk.

Transformator Frekuensi

Jenis trafo ini ditentukan berdasarkan seberapa besar frekuensi saat bekerja. Jenis trafo satu ini dibedakan menjadi tiga, yakni trafo frekuensi rendah, frekuensi sedang, serta frekuensi tinggi.

Transformator Adaptor

Jenis trafo ini digunakan untuk mengubah arus AC menjadi arus DC. Trafo adaptor memiliki ciri khas yakni mempunyai lilitan primer dan sekunder.

Transformator Switching

Salah satu transformator ini menggunakan sistem pembangkit frekuensi tinggi yang efisiensinya lebih baik dibandingkan dengan transformator dengan sistem frekuensi rendah.

Transformator Output

Transformator dengan komponen yang biasa digunakan pada alat-alat elektronik ini berhubungan dengan suara seperti amplifier, radio, dan lain sebagainya. Pada trafo jenis ini terdapat lilitan coil yang memiliki fungsi untuk mengatur besar kecilnya arus listrik yang telah masuk.

Setelah mengetahui pengertian transformator dan prinsip kerjanya, maka tentu Sahabat menjadi lebih paham mengenai komponen satu ini. Ternyata transformator tidak sesederhana yang kita duga, alat ini sangat memiliki peranan penting dalam kehidupan sehari-hari kita.

Silahkan share materi jika memang bermanfaat.

Terimakasih sudah belajar di Kelas PLC.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Subscribe To Our Newsletter

Get updates and learn from the best

Materi lainnya yang dapat sahabat pelajari

Teori-Timer-Pada-PLC
Belajar PL Dasar

Teori Timer Pada PLC

Semua orang tahu mengapa waktu sangat penting dalam hidup kita. Baik itu manusia atau mesin, tidak ada yang bisa dilakukan tanpa waktu.

Cara-Kerja-Sensor-Ultrasonik
Belajar PLC

Cara Kerja Sensor Ultrasonik

Apa kesamaan antara lini produksi, bumper mobil modern, dan pencucian mobil otomatis? Jawaban: hampir pasti semuanya dilengkapi dengan sensor ultrasonik.

Apakah Sahabat masih punya pertanyaan lain?