fbpx

Pengertian Transistor dan Jenisnya Lengkap Dengan Fungsinya

Pengertian-Transistor-dan-Jenisnya
Kebutuhan manusia akan elektronik semakin hari semakin bertambah sehingga sudah seharusnya mengetahui pengertian transistor dan jenisnya.

Share This Post

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on email

Kebutuhan manusia akan elektronik semakin hari semakin bertambah sehingga sudah seharusnya mengetahui pengertian transistor dan jenisnya. Hal ini bisa menjadi bekal untuk memperbaiki elektronik jika sudah mengetahui sedikit mengenai komponen di dalam barang elektronik. Pasalnya, hampir semua barang elektronik menggunakan sebuah perangkat transistor untuk digunakan di berbagai rangkaian, misalnya untuk televisi, computer, dan audio.

Perlu diketahui jika transistor merupakan suatu komponen elektronika yang ada di setiap rangkaian elektronik. Dimana transistor ini memiliki banyak fungsinya, mulai dari penguat, pengendali, penyearah, osilator, dan juga sebagai modulator. Untuk itu, paling tidak harus tahu pengertian dari masing-masing jenisnya. Bila terjadi kesalahan pada barang elektronik, bisa dicari tahu jika sumber masalahnya dari transistor.

Pengertian Transistor dan Jenisnya

Sebelum membahas mengenai pengertian transistor, lebih baik untuk mengerti sejarah dari transistor. Dulunya transistor ini ditemukan untuk pertama kali oleh fisikawan yang berasal dari Amerika Serikat pada akhir 1947 untuk jenis bipolar. Ketiga orang ini yang menemukan transistor untuk jenis bipolar. Saat itu ukuran transistor sangat besar, namun ketiga penemu ini mengubahnya menjadi yang lebih kecil dan bisa dibawa kemana-mana.

Selain pengertian transistor dan jenisnya, maka perlu tahu mengenai latar belakang dari penemuan transistor ini. John Bardeen, Walter Brattain, serta William Shockley lantas mendapat hadiah nobel dengan hasil penemuan mereka ini. Perlu diketahui sebelum tiga fisikawan ini, ada lagi seorang fisikawan yang berasal dari Jerman yang telah lebih dulu mematenkan transistor jenis Field Effect Transistor. Ada pula seorang investor yang berasal dari Jerman mendaftarkan paten untuk hal serupa.

Semakin berkembangnya zaman membuat transistor mengalami perubahan, mulai dari desain dan fitur alirannya. Terdapat transistor yang berada di mode OFF. Dimana setelah diberi arus listrik, maka akan berubah menjadi mode ON. Ada pula transistor yang memang sudah dalam mode ON. Jika ingin mengubahnya menjadi mode OFF, maka harus diberi aliran listrik. Bahkan ada pula transistor yang membutuhkan arus yang ringan untuk mengaktifkan transistor tersebut.

Dari penyataan diatas sudah sangat jelas jika pengertian transistor dan jenisnya sangat penting untuk menjalankan barang elektronik, baik untuk penguat atau penyalur alur listrik. Untuk itu, sebaiknya memahami jenis dari transistor ini untuk lebih mengenal barang elektronik.

Jenis-Jenis Transistor dan Fungsinya

Jenis-Jenis-Transistor-dan-Fungsinya

Jika sudah mengerti apa itu transistor, mari kita bahas mengenai jenis dari transistor ini. Pada dasarnya jenis transistor dibagi menjadi 2, yaitu transistor bipolar dan transistor efek medan . Kedua jenis transistor ini memiliki perbedaan yang signifikan. Hal ini bisa terlihat dari bias input dan output saat menggunakan transistor ini. Untuk lebih jelasnya, lihat pengertian dari masing-masing jenis transistor ini.

Transistor Bipolar (Current)

Digunakan untuk mengendalikan terminal arus. Di dalam penggunaannya, transistor ini memerlukan muatan hole dan electron. Dengan kata lain, transistor ini memerlukan perantara untuk perpindahan muatan. Sehingga memerlukan electron untuk berada di kutub negatif agar bisa mengisi muatan yang kurang pada sisi hole yang berada di sisi kutub positif.

Biasanya transistor ini sering disebut juga dengan BJT (Bipolar Junction Transistor). Di dalam transistor bipolar ini masih terdapat 2 jenis, yaitu transistor NPN dan PNP. Keduanya memiliki 3 terminal transistor meliputi basis, kolektor, serta emitor. Hal ini masuk ke dalam pengertian transistor dan jenisnya yang berfungsi untuk elektronik.

Transistor NPN

Untuk struktur ini diperoleh dengan memberikan tempat pada material semikonduktor type P yang berada di antara type N. Ini dilakukan untuk bisa mengalirkan arus yang menghasilkan kekuatan yang lebih besar untuk menuju emitor. Dengan demikian, dibutuhkan bias kecil yang terletak pada kaki basisnya sehingga menghasilkan arus positif (+).

Transistor PNP

Pengertian transistor dan jenisnya PNP ini merupakan kebalikan dari yang diatas. Didapatkan dengan menempatkan semikonduktor berada di tengah antara semikonduktor type P. Untuk bisa mengantar arus, maka dibutuhkan tegangan negatif yang ada pada basis.

Transistor Efek Medan (Field Effect Transistor)

Transistor yang satu ini biasanya disingkat menjadi FET, yang berfungsi untuk menggunakan aliran listrik agar bisa mengendalikan konduktivitasnya. Yang dimaksud dengan medan listrik disini merupakan terminal gate untuk bisa mengendalikan arus yang berada di drain dan source. Terkadang transistor ini dikenal dengan transistor unipolar sebab hanya menggunakan salah satu dari muatan yang membawanya. Di dalam FET ini terdapat 3 jenis transistor.

Junction Field Effect Transistor (JFET)

Pengertian transistor dan jenisnya untuk transistor ini bisa dibedakan dengan melihat arah panah di dalamnya. Karena di dalam transistor ini ada 2, yaitu JFET kanal N serta JFET kanal P. Untuk anak panah JFET kanal N mengarah keluar, sedangkan untuk JFET kanal P mengarah ke dalam.

Metal Oxide Semiconduction Field Effect Transistro (MOSFET)

Digunakan untuk akurasi dan tegangan arus yang tinggi. Transistor ini sedikit sensitif jika terkena dengan listrik statis sehingga perlu hati-hati. Bila perlu, gunakan solder khusus untuk mendapat anti statisnya.

Uni Junction Transistor (UJT)

Termasuk ke dalam FET karena membutuhkan medan listrik untuk bisa mengendalikan. Berbeda dengan W diantaranya diatas. Jenis ini menggunakan 2 basis, yaitu B1 dan B2 untuk terminal emitornya. Perlu diketahui jika UJT ini hanya digunakan untuk pengendali, bukan untuk penguat.

Cara Kerja Dari Transistor

Jika sudah memahami pengertian transistor dan jenisnya, maka selanjutnya diperlukan pengetahuan untuk cara kerja dari transistor ini. Namun untuk orang yang tidak memiliki dasar elektronika, maka akan sedikit kesulitan untuk memahami cara kerjanya. Agar lebih mudah untuk memahami cara kerja dari transistor ini, maka dianalogikan sebagai saklar. Dimana dalam posisi ON, maka bisa mengalirkan listrik.

Perlu tahu jika transistor ini bekerja hanya dengan adanya material semikonduktor saja. Untuk bisa mengalirkan arus, maka dibutuhkan tegangan yang disesuaikan untuk pin basisnya kisaran 0,7 volt. Untuk memperoleh tegangan, maka digunakan kombinasi resistor yang sesuai.

Fungsi Transistor

Pengertian transistor dan jenisnya memiliki peranan penting dalam kinerja dari elektronika. Karena di dalam arusnya, transistor sebagai jembatan untuk ON dan OFF. Selain itu, transistor memiliki fungsi sebagai penguat amplifier untuk pengeras suara. Sebagai saklar seperti untuk rangkaian yang otomatis yang dipadukan dengan menggunakan sensor tertentu. Selain itu, digunakan untuk penyeimbang stabilitas dari tegangan yang dihantarkan.

Sebagai perata arus, bisa juga untuk menahan dari sebagian arus yang mengalir, dan membangkitkan frekuensi baik untuk tinggi. Bisa juga untuk saklar sentuh dengan menggunakan susunan 2 transistor yang dibuat dengan darlington untuk menjadikan penguatnya jauh lebih besar lagi dan rendah arus. Hal ini bisa sebagai penguat di dalam rangkaian elektronika.

Mengingat sangat penting fungsi dari transistor ini, akan lebih baik untuk mengerti baik dari pengertian transistor dan jenisnya. Selain itu, pahami pula mengenai fungsi dari transistor. Semua transistor baik yang bipolar dan efek medan bisa digunakan sesuai dengan fungsinya. Sehingga elektronik bisa berjalan dengan baik.

Silahkan share jika artikel ini bermanfaat.

Terimakasih sudah belajar di Kelas PLC.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Subscribe To Our Newsletter

Get updates and learn from the best

Materi lainnya yang dapat sahabat pelajari

Apakah Sahabat masih punya pertanyaan lain?