fbpx

Prinsip Kerja PLC (Programmable Logic Controller)

Prinsip Kerja PLC

Share This Post

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on email

Pada dasaranya prinsip kerja PLC dan fungsinya memiliki kemiripan dengan perlatan pengendali (controller) lainnya, diantaranya adalah: menerima signal input dari sensor – sensor lalu memprosesnya sesuai data, program yang di buat dan mengelurakan signal sesuai program yang kita buat ke peralatan penggerak. Konsep tersebut jika kita pahami sangatlah mudah untuk kita memahami dan belajar PLC.

PLC sendiri memiliki dua komponen penting yang terdiri dari CPU dan modul input/output (I/O). CPU (Central Processing unit) merupakan bagian komponen penting pada PLC. Bagian ini berfungsi untuk memanipulasi data masukan/input untuk menghasilkan keluaran/output. Kecepatan memproses pada PLC tergantung pada CPU.  Sedangkan pada bagian input bertujuan untuk menjembatani antara PLC dengan komponen dari luar, seperti misalnya data atau signal dari sensor kadang terlalu lemah untuk menggerakan CPU, sehingga dengan modul input inilah maka signal dari sensor dapat menggerakan PLC. Demikan dengan bagian output. Agar supaya hasil proses di CPU  dapat menggerakan perangkat di luar PLC di butuhkanlah bagian output ini. Gambar 1-1 di bawah ini dapat memperjelas konsep tersebut.

Prinsip Kerja PLC (Programmable Logic Controller)
Gambar 1-1. Prinsip Kerja PLC (Programmable Logic Controller)

Bagian CPU merupakan otak dari PLC sama seperti halnya personal computer yang sering kita gunakan. Semua aktivitas proses signal input dan output di proses dan di kerjakan di bagian CPU ini sesuai dengan data dan program yang kita buat.

CPU memiliki tiga komponen diantarnya:

  1. Processor (Prosesor)
  2. Memory (Memori)
  3. Power Supply

Ketiga komponen tersebut memiliki fungsinya tersendiri. Misalnya Prosesor (pemroses) komponen penting pada CPU, Komponen inilah yang yang melakukan perhitungan atau manipulasi data dari luar PLC. Sedangkan memori dan power supply berfungsi sebagai pelengkap. Memori misalnya memiliki fungsi untuk menyimpan data – data yang akan diproses, program PLC maupun hasil dari pemrosesan dari komponen prosesor. Hubungan kerja dari ketiga komponen CPU tersebut di tinjukan pada gambar 1-2.

Komponen CPU pada PLC
Gambar 1-2. Komponen CPU Pada PLC

Prinsip kerja PLC sangatlah sederhana. Modul input / output (I / O) secara fisik terhubung ke perangkat lapangan yang ditemui di mesin atau yang digunakan dalam kontrol suatu proses. Perangkat lapangan ini dapat berupa perangkat input / output analog atau diskrit, limit switch, pressure transducer, push button, motor starter, solenoid, dll. Modul I / O menyediakan koneksi antara CPU dan penyedia informasi (input) dan perangkat yang dapat dikendalikan (output).

Selama operasinya, CPU melakukan tiga proses: (1) Read (membaca), atau menerima, input data dari perangkat lapangan melalui modul input, (2) Execute (menjalankan) atau melakukan, program kontrol yang disimpan dalam sistem memori, dan (3) Write (menulis) atau pembaruan, perangkat output melalui modul output. Proses membaca input secara berurutan, menjalankan program dalam memori, dan memperbarui output dikenal sebagai proses scanning. Gambar 1-3 mengilustrasikan representasi grafik dari proses scanning.

Proses-Scanning-CPU-Pada-PLC
Gambar 1.3. Proses Scanning CPU Pada PLC

Modul input / output merupakan antarmuka dimana perangkat lapangan terhubung ke controller (lihat Gambar 1-4). Tujuan utama antarmuka adalah untuk mengkondisikan berbagai sinyal yang diterima dari atau dikirim ke perangkat lapangan eksternal. Sinyal yang masuk dari sensor (mis., push button, limit switche, analog sensor dan selector switche,) disambungkan ke terminal pada antarmuka input. Perangkat yang akan dikontrol, seperti motor starter, solenoid valve dan pilot lamp terhubung ke terminal antarmuka output. Modul Power supply menyediakan semua tegangan yang diperlukan untuk pengoperasian yang benar dari berbagai bagian CPU.

Modul-Input-dan-Ouput-pada-PLC
Gambar 1-4. Modul Input/Ouput PLC

Meskipun umumnya tidak dianggap sebagai bagian dari pengontrol, perangkat pemrograman (programming device), biasanya personal computer atau unit pemrogram mini pabrikan, diperlukan untuk memasukkan program kontrol ke dalam memori (lihat gambar 1-5). Perangkat pemrograman harus terhubung ke pengontrol ketika memasuki atau memantau program kontrol.

Gambar 1-5. (a) Personal Computer (b) Programming Device PLC
Gambar 1-5. (a) Personal Computer (b) Programming Device PLC

Sekian materi berlajar PLC mengenai Prinsip Kerja PLC (Programming Logic Controller). Semoga pembahasan yang singkat ini bermanfaat dan dapat meningkatkan pemahaman sahabat semua.

Silahkan share ke sahabat terdekat jika materi ini bermanfaat. Jangan lupa untuk merekomendasikan Kelas PLC sebagai tempat belajar PLC.

Terimakasih.

2 thoughts on “Prinsip Kerja PLC (Programmable Logic Controller)”

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Subscribe To Our Newsletter

Get updates and learn from the best

Materi lainnya yang dapat sahabat pelajari

Teori-Timer-Pada-PLC
Belajar PL Dasar

Teori Timer Pada PLC

Semua orang tahu mengapa waktu sangat penting dalam hidup kita. Baik itu manusia atau mesin, tidak ada yang bisa dilakukan tanpa waktu.

Cara-Kerja-Sensor-Ultrasonik
Belajar PLC

Cara Kerja Sensor Ultrasonik

Apa kesamaan antara lini produksi, bumper mobil modern, dan pencucian mobil otomatis? Jawaban: hampir pasti semuanya dilengkapi dengan sensor ultrasonik.

Apakah Sahabat masih punya pertanyaan lain?