Apa Itu Kontrol Proses ?

apa-itu-kontrol-proses

Kontrol proses – Pertama kita perlu memahami apa itu Kontrol Proses (Process Control) dan apa saja syarat dan parameter teknis penting yang terlibat dalam proses ini. Kontrol proses adalah statistik dan disiplin teknik yang berkaitan dengan arsitektur, mekanisme, dan algoritme untuk mempertahankan hasil proses tertentu dalam rentang yang diinginkan.

Contoh Kontrol Proses

Contoh kontrol proses memanaskan suhu ruangan yang merupakan proses yang memiliki hasil spesifik yang diinginkan untuk mencapai dan mempertahankan suhu (mis. 20 ° C) yang ditentukan oleh Kita atau orang di dalam ruangan dan harus dijaga konstan dari waktu ke waktu.

Kita selalu dapat mengubah pengaturan dari waktu ke waktu tergantung pada apa yang diinginkan tubuh Kita. Kita dapat menggunakan remote control dan sesuaikan pengaturan dengan suhu yang Kita inginkan.

Pengertian kontrol proses

Pada contoh di atas, suhu adalah process variable (PV). Pada saat yang sama, itu adalah variabel input karena diukur dengan termometer dan digunakan untuk memutuskan apakah akan memanaskan atau tidak memanaskan ruangan seperti yang Kita inginkan. Suhu yang diinginkan (20 ° C) adalah setpoint (SP).

Keadaan heater, misalnya pengaturan katup yang memungkinkan air panas mengalir melewatinya atau dalam kasus kontrol on-off yang sederhana, mematikan dan menghidupkan heater disebut manipulated variable (MV).

Contoh pertama adalah contoh kontrol Proporsional (Proportional control) karena pembukaan katup sebanding dengan kebutuhan pengguna ruangan. Ada jenis kontrol lain seperti Derivatif dan Integral atau kombinasi keduanya yang digabungkan dengan Proportional atau apa yang kita sebut PID. Ini semua umum dalam mengendalikan parameter lain seperti tekanan, aliran, dan tingkat material (cairan atau padat).

Baca juga:   Simbol Ladder Diagram PLC

Perangkat kontrol yang biasa digunakan disebut Programmable Logic Controller, atau PLC, digunakan untuk membaca satu set input digital dan analog, menerapkan serangkaian pernyataan logika, dan menghasilkan serangkaian output analog dan digital.

Menggunakan contoh pada paragraf sebelumnya, suhu ruangan akan menjadi input ke PLC. Pernyataan logis akan membandingkan setpoint dengan suhu input dan menentukan apakah lebih atau kurang pemanasan diperlukan untuk menjaga suhu konstan.

Output PLC kemudian akan membuka atau menutup katup air panas. tergantung pada apakah lebih atau kurang air panas diperlukan atau cukup matikan pemanas ketika suhu yang diinginkan tercapai dan hidupkan kembali ketika histeresis tertentu bertemu.

Sistem yang lebih besar dan lebih kompleks dapat dikendalikan oleh Distributed Control System (DCS) atau sistem SCADA.

Semoga pembahasan yang singkat ini mengenai sistem kontrol proses dapat menambah wawasan sahabat semua.

Artikel terkait yang dapat sahabat pelajari ada di bawah ini:

Belajar PLC Sekarang!!!

Dapatkan Peluang Karir yang Cemerlang dan Gaji yang Tinggi tanpa Takut Tergantikan Oleh Robotik & AI (Artificial Intelligence).

Share This Post

Faris Hadi Utomo

Faris Hadi Utomo

Hai! Saya Faris. Di Kelasplc.com, Saya mengejar kecintaan saya pada mengajar & berkarya. Saya seorang Electrical & Automation Engineering, Dan jika Kamu benar-benar ingin tahu lebih banyak tentang saya, silakan kunjungi Halaman "About" saya.

Baca Selengkapnya

Subscribe To Our Newsletter

Get updates and learn from the best

Materi lainnya yang dapat sahabat pelajari

pre-treatment-sigma-pro
Belajar PLC

Pre-Treatment Sistem Pengolahan Air: Peran Filter Otomatis Sigma Pro Sebelum RO

Dalam sistem pengolahan air modern, baik untuk industri, pertanian, maupun air bersih, tahap pre-treatment memegang peranan yang sangat krusial. Pre-treatment yang baik akan menentukan performa unit lanjutan seperti media filter, cartridge filter, dan Reverse Osmosis (RO). Di Indonesia, di mana sebagian besar sumber air baku berasal dari sungai, waduk, dan sumur dengan kandungan lumpur serta

Sigma-Pro-Amiad
Belajar PLC

Filter Otomatis Sigma Pro Amiad: Solusi Filter Air Andal untuk Berbagai Aplikasi Pengolahan Air

Dalam berbagai sistem pengolahan air, kualitas air baku menjadi faktor krusial yang menentukan keandalan dan umur pakai seluruh peralatan di hilir sistem. Baik untuk kebutuhan industri, komersial, utilitas, pertanian modern, maupun sistem Reverse Osmosis (RO), air dengan kandungan lumpur, pasir, dan padatan tersuspensi tinggi dapat menyebabkan penurunan performa, peningkatan biaya operasional, hingga kerusakan peralatan. Di

Apakah Sahabat masih punya pertanyaan lain?

Scroll to Top