fbpx

Pengertian Relay Dan Fungsinya

Pengertian-Relay-dan-Fungsinya
Pengertian relay dan fungsinya dalam elektronika penting untuk dipahami. Untuk pengertian dari relay adalah saklar atau switch yang dioperasikan dengan menggunakan listrik.

Share This Post

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on email

Pengertian relay dan fungsinya dalam elektronika penting untuk dipahami. Untuk pengertian dari relay adalah saklar atau switch yang dioperasikan dengan menggunakan listrik. Dimana memiliki dua komponen electromechanical dengan 2 bagian utamanya yaitu elektromagnet (coil) dan juga mekanikal (rangkaian skalar). Nantinya komponen ini akan menggunakan prinsip elektromagnetik yang ada di dalam kontak saklar untuk bisa menghantarkan listrik dengan tegangan yang lebih tinggi.

Dengan adanya saklar, akan membuat arus listrik menjadi kecil (low power) untuk bisa menghantarkan arus listrik dengan tegangan yang tinggi. Sebagai contohnya, relay dengan elektromagnet 5V serta 50 mA bisa menggerakkan armature untuk mengalirkan arus listrik 220V 2A. Adanya relay sangat membantu dalam penerapan listrik.

Pengertian Relay dan Fungsinya Untuk Arus Listrik

Relay yang berfungsi untuk mengoperasikan arus listrik ini, akan berguna untuk menyambungkan dan memutuskan arus menggunakan sebuah rangkaian. Karena hal inilah, maka relay disebut saklar yang menjadi komponen penting sebagai jembatan arus. Selain itu, fungsi relay ini bisa mengendalikan sirkuit yang memiliki tegangan tinggi dengan memakai derma yang bertegangan rendah.

Pengertian relay dan fungsinya sebagai penurunan tegangan. Selain itu, untuk menjalankan logika atau logic function dengan memberikan fungsi dalam penundaan waktu yang disebut delay time function. Bahkan relay bisa melindungi komponen yang berbahaya dengan adanya konsleting. Terpenting, adanya relay bisa memperingkas rangkaian elektronika. Jadi, untuk arus tidak dapat langsung menuju beban tanpa menggunakan komponen lainnya.

Prinsip Kerja Dari Relay

Struktur-Sederhana-Relay

Pengertian relay dan fungsinya sebagai komponen terbagi menjadi 4, yaitu eletromagnet atau coil, armature, switch contact point (saklar), dan juga spring. Namun perlu diketahui jika contact point relay terdiri dari 2 bagian, yaitu Normally Close (NC). Ini merupakan kondisi awal ketika diaktifkan akan selalu berada di posisi Close. Bagian yang kedua adalah Normally Open (NO), dimana merupakan kondisi yang permulaan. Sebelum diaktifkan, maka akan berada di posisi Open.

Jika dilihat dari gambar sebuah rangkaian besi (Iron Core), terdapat sebuah lilitan kumparan coil yang akan menjadi pengendali arus pada besi tersebut. Jika nantinya kumparan coil dialirkan arus listrik, maka menimbulkan gaya elektromagnet yang bisa menarik armature untuk berpindah dari kondisi sebelumnya, NC ke NO. Hal ini akan membuat saklar mengalirkan listrik untuk ke posisi NO.

Dimana awalnya armature ini berada di NC untuk menjadi Open atau disebut tidak terhubung. Nanti jika armature tidak mendapat aliran listrik, maka akan kembali ke posisi awalnya NC. Coil yang difungsikan untuk menarik contact poit berada di posisi Close akan membutuhkan aliran listrik yang jauh lebih kecil. Inilah pengertian relay dan fungsinya sebagai saklar perantara arus listrik.

Gambar Dan Simbol Relay

Gambar di bawah ini sahabat dapat meilhan gambar relay dan simbol relay yang sering di gunakan pada rangkaian elektronika.

Gambar-Dan-Simbol-Relay

Pole dan Throw pada Relay

Pengertian relay dan fungsinya sebagai saklar. Jadi, istilah pole dan throw juga akan masuk. Untuk pole sendiri adalah banyaknya kontak yang dimiliki sebuah relay, sedangkan throw adalah banyaknya kondisi yang bisa dimiliki sebuah kontak. Berdasarkan jumlahnya, pole dan throw dibedakan menjadi beberapa golongan, seperti SPST (Single Pole Single Throw). Dimana artinya relay kali ini memiliki 4 terminal untuk menjadi 2 terminal saklar dan 2 lagi digunakan untuk coil.

SPDT (Single Pole Double Throw), artinya kali ini memiliki 5 terminal dengan 3 sebagai saklar dan 2 sebagai coil. DPST (Double Pole Single Throw) kali ini menggunakan 6 terminal dengan 4 menjadi terminal yang memiliki 2 pasang terminal untuk dijadikan saklar. Lalu 2 lainnya dipergunakan untuk coil. Pada relay kali ini, 2 saklar akan dikendalikan dengan menggunakan 1 coil saja. DPDT (Double Pole Double Throw) menjadi terminal yang paling banyak dengan 8 terminal.

Dengan diantara 6 terminal akan menjadi 2 pasang relay SPDT yang nantinya dikendalikan dengan 1 coil. Sementara itu, 2 terminal yang lainnya akan menjadi coil. Selain golongan-golongan ini, masih ada relay pole dan throw yang menggunakan lebih dari 2 seperti menggunakan 3 PDT (Triple Pole Double Throw). Bahkan ada juga yang menggunakan 4 PDT yaitu Four Pole Double Throw serta masih banyak lagi rangkaian dari relay pole dan juga throw.

Untuk lebih jelasnya sahabat dapat melihat gambar di bawah ini mengenai Pole dan Throw pada Relay :

Jenis-Relay-Berdasarkan-Pole-Dan-Throw

Fungsi Relay pada Listrik

Pengertian relay dan fungsinya sebagai panel listrik relay memiliki arus yang besar. Dengan kontrol utamanya menggunakan PLC yang berkapasitas besar pula. PLC nantinya tidak bisa mengendalikan kontaktor yang berkapasitas besar. Nah, inilah fungsi dari relay sebagai perantara untuk mengontrol arus.

Fungsi Relay Pada Mobil

Pengertian relay dan fungsinya pada mobil serta ini cara kerjanya akan sama dengan kerja untuk panel listrik, yakni mengontrol arus besar yang menggunakan arus kecil. Dimana untuk bisa menghidupkan motor dan mobil menggunakan starter, maka diperlukan arus besar agar bisa menghidupkan mesin. Untuk itu, bisa menggunakan relay sebagai perantaranya.

Fungsi Relay Untuk Klakson

Sumber tenaga yang digunakan pada motor dan mobil bisa menggunakan aki. Untuk itu, digunakan relay pada klason dalam mengalirkan arus listrik. Jadi, penggunaan pada klakson ini akan berfungsi untuk mengurangi rusaknya switch pada kendaraan. Misalnya dengan menggunakan klakson horn, maka akan membutuhkan tenaga yang besar dari aftermarket serta menghasilkan suara nyaring.

Keuntungan Menggunakan Relay

Jika sudah mengerti fungsi relay, maka dengan menggunakan relay akan mendapatkan keuntungan seperti menggunakan arus kecil untuk mengendalikan alat yang membutuhkan arus yang besar. Selain itu, adanya sinyal kontrol yang bisa menggunakan relay sebagai pengendali untuk satu kontak komponen. Selain pengertian relay dan fungsinya, maka banyak keuntungan yang bisa diperoleh dengan menggunakan relay.

Semoga materi ini bermanfaat, Jika ada pertanyaan silahkan isikan pertanyaan sahabat di kolom komentar di bawah.

Terimakasih sudah belajar di Kelas PLC.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Subscribe To Our Newsletter

Get updates and learn from the best

Materi lainnya yang dapat sahabat pelajari

Teori-Timer-Pada-PLC
Belajar PL Dasar

Teori Timer Pada PLC

Semua orang tahu mengapa waktu sangat penting dalam hidup kita. Baik itu manusia atau mesin, tidak ada yang bisa dilakukan tanpa waktu.

Cara-Kerja-Sensor-Ultrasonik
Belajar PLC

Cara Kerja Sensor Ultrasonik

Apa kesamaan antara lini produksi, bumper mobil modern, dan pencucian mobil otomatis? Jawaban: hampir pasti semuanya dilengkapi dengan sensor ultrasonik.

Apakah Sahabat masih punya pertanyaan lain?