fbpx

Pengertian Baterai dan Jenisnya yang Jarang Diketahui

Pengertian-Baterai-dan-Jenisnya
Bagi seseorang yang masih awam, mengetahui pengertian baterai dan jenisnya mungkin sebuah hal yang sulit. Baterai merupakan salah satu alat yang digunakan untuk merubah suatu energi kimia yang disimpan menjadi energi listrik.

Share This Post

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on email

Bagi seseorang yang masih awam, mengetahui pengertian baterai dan jenisnya mungkin sebuah hal yang sulit. Baterai merupakan salah satu alat yang digunakan untuk merubah suatu energi kimia yang disimpan menjadi energi listrik.

Energi listrik yang didapatkan tersebut mampu digunakan untuk menghidupkan suatu perangkat elektronik. Pada hampir semua perangkat elektronik yang portabel seperti laptop, ponsel, dan beberapa barang lainnya, harus menggunakan sebuah baterai sebagai sumber listriknya.

Dengan kehadiran baterai, maka anda tidak perlu menyambungkan kabel secara terus-menerus untuk dapat mengaktifkan perangkat elektronik tersebut. Dalam kehidupan sehari-hari, anda akan menemui dua jenis baterai. Baterai jenis pertama hanya dapat digunakan satu kali saja, sedangkan jenis baterai yang kedua dapat dilakukan secara berulang.

Pengertian Baterai dan Jenisnya

Dimulai dari mengetahui pengertian baterai dan jenisnya. Setiap baterai terdiri dari sebuah terminal positif atau katoda dan juga terminal negatif atau anoda. Terdapat pula senyawa elektrolit yang berfungsi sebagai arus penghantar.

Output pada baterai merupakan sebuah arus searah atau disebut juga dengan arus DC (Dirrect Current). Pada umumnya, baterai terdiri dari dua jenis utama, yaitu baterai jenis primer yang hanya bertahan satu kali pakai (single use baterry). dan baterai sekunder (rechargeable battery). Berikut ulasannya.

1. Baterai Primer (Baterai Sekali Pakai/Single Use)

Baterai-Primer

Baterai primer atau yang lebih dikenal dengan baterai sekali pakai merupakan salah satu jenis baterai yang paling sering ditemukan di pasaran. Hampir semua toko dan juga supermarket menyediakan jenis baterai yang satu ini. Baterai jenis ini pada umumnya akan memberikan tegangan 1,5 volt dan terdiri dari berbagai jenis ukuran.

Beberapa diantaranya seperti AAA (sangat kecil), AA (kecil), C (medium), dan D (besar). Disamping itu, terdapat pula jenis baterai primer yang memiliki bentuk kotak dengan tegangan sebesar 6 volt hingga 9 volt. Jenis-jenis baterai yang tergolong ke dalam kategori primer tersebut diantaranya adalah.

Baterai Jenis Zinc-Carbon (Seng-Karbon)

Pengertian baterai dan jenisnya yang pertama adalah baterai zinc-carbon atau sering disebut dengan heavy duty. Baterai jenis ini cukup mudah dijumpai di toko dan juga supermarket.

Seperti namanya, baterai jenis ini dibuat dari bahan zinc yang berfungsi sebagai sebuah terminal negatif sekaligus pembungkus baterainya. Sedangkan untuk terminal positifnya berbahan dasar dari karbon yang memiliki bentuk batang atau rod.

Baterai jenis ini merupakan salah satu jenis baterai yang memiliki harga relatif terjangkau jika dibandingkan dengan beberapa jenis baterai yang lainnya.

Baterai Jenis Alkaline (Alkali)

Jenis baterai alkaline ini memiliki daya tahan yang relatif lebih lama apabila dibandingkan dengan jenis baterai zinc-carbon.

Elektrolit yang digunakan adalah jenis potassium hydroxide yang merupakan zat alkaline sehingga namanya disebut dengan baterai alkaline.

Pada saat ini, banyak jenis baterai yang menggunakan jenis alkaline sebagai elektrolit. Akan tetapi, mereka juga menggunakan bahan aktif lainnya sebagai elektrodanya.

Baterai Jenis Lithium

Untuk baterai jenis lithium ini menawarkan kinerja yang jauh lebih baik apabila dibandingkan dengan jenis baterai primer. Baterai jenis lithium memiliki ketahanan daya simpan hingga lebih dari 10 tahun apabila disimpan dengan cara yang baik dan benar. Keunggulan lain dari baterai jenis ini adalah mampu bekerja meskipun suhu sangat rendah.

Karena keunggulannya tersebut, baterai jenis ini sering digunakan untuk aplikasi memory backup pada mikrokomputer ataupun sebuah jam tangan. Baterai lithium umumnya dibuat menyerupai bentuk logam atau seperti bentuk koin. Sebagian orang memanggil button cell atau baterai kancing.

Baterai Jenis Silver Oxide

Pengertian baterai dan jenisnya yang selanjutnya adalah baterai jenis silver oxide. Baterai jenis ini merupakan salah satu jenis baterai yang memiliki harga mahal. Baterai jenis ini dibuat dengan desain yang relatif kecil dan juga ringan. Beberapa dari baterai ini juga sering dibuat dalam bentuk baterai koin atau kancing. Silver oxide umumnya dipergunakan untuk kalkulator ataupun aplikasi militer.

2. Baterai Sekunder (Isi Ulang/Rechargeable)

Baterai-Sekunder

Baterai sekunder merupakan salah satu jenis baterai yang dapat diisi ulang atau lebih sering disebut dengan baterai primer. Hanya saja, reaksi kimia pada baterai jenis ini dapat berbalik.

Ketika baterai digunakan dengan menggunakan untuk menghubungkan beban pada terminal baterai, elektron kemudian akan mengalir negatif menuju ke positif. Sedangkan ketika sumber energi luar dihubungkan menuju pada baterai sekunder, maka elektron akan mengalir dari positif menuju ke negatif sehingga akan terjadi sebuah proses pengisian muatan pada baterai.

Terdapat beberapa jenis yang dapat diisi ulang dan sering dijumpai antara lain jenis Ni-cid, Ni-Mh, dan Li-ion. Berikut merupakan beberapa jenis dan kategori dari baterai sekunder.

Baterai Ni-Cd (Nickel-Cadmium)

Pengertian baterai dan jenisnya kali ini adalah baterai jenis Ni-Cd. Baterai ini merupakan salah satu jenis baterai sekunder (isi ulang) yang menggunakan Nickel Oxide Hydroxide dan Metalic Cadium sebagai elektronika. Baterai jenis ini memiliki kemampuan operasi sistem dalam jangkauan suhu yang sangat luas dan juga siklus daya tahan yang cukup lama.

Di sisi lain, baterai jenis ini akan melakukan sebuah proses discharger sendiri sekitar 30% dalam setiap bulannya. Baterai ini juga memiliki kandungan tosik/racun berupa bahan Carcanigum Cadinum yang dapat sangat membahayakan kesehatan manusia serta lingkungan hidup. Hingga saat ini penggunaan dan juga penjualan baterai jenis ini telah dilarang oleh Eu berdasarkan peraturan yang telah dibuat.

Baterai Ni-MH (Nickel-Metal Hydride)

Salah satu keunggulan yang dimiliki oleh baterai Ni-MH (Nickel-Metal Hydride) ini hampir sama dengan jenis Ni-Cd. Akan tetapi, baterai jenis ini memiliki kapasitas yang jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan baterai Ni-Cd.

Baterai ini juga tidak memiliki zat berbahaya yang dapat merusak manusia ataupun lingkungan hidup sehingga sangat aman digunakan. Baterai jenis yang satu ini juga dapat diisi ulang secara ratusan kali sehingga dapat sangat menghemat biaya dalam pembelian baterai.

Tak hanya itu, ciri lain dari baterai jenis ini adalah memiliki sifat self-discharge sekitar 40% setiap bulan meskipun tidak digunakan. Penggunaan baterai jenis ini umumnya digunakan dalam kamera maupun radio.

Akan tetapi, meskipun tidak memiliki zat berbahaya, penggunaan baterai ini harus tetap berhati-hati karena di dalamnya masih terdapat sedikit zat yang mungkin dapat membahayakan dan juga merusak kesehatan manusia ataupun lingkungan hidup. Sehingga perlu dilakukannya recycle dan tidak membuangnya ke sembarang tempat.

Baterai Li-Ion (Lithium-Ion)

Baterai ini merupakan jenis baterai yang cukup banyak digunakan pada beberapa peralatan elektronika seperti kamera digital, ponsel, ataupun kamera video. Baterai ini memiliki daya tahan siklus yang cukup tinggi dan juga lebih ringan sekitar 30% apabila dibandingkan dengan jenis baterai Ni-MH.

Pengertian baterai dan jenisnya kali ini bersifat rasio-self sekitar 20% setiap bulannya. Jika dibandingkan dengan beberapa baterai lain, baterai jenis ini dapat dikatakan sangat ramah lingkungan karena tidak memiliki kandungan berbahaya Cadmium. Meskipun demikian, tetap saja harus dilakukan daur ulang setelah menggunakan baterai jenis ini.

Jika Sahabat memiliki pertanyaan apa pun yang terkait dengan materi ini, Sahabat dapat dengan bebas berkomentar di kolom komentar yang sudah Kelas PLC sediakan.

Terimakasih sudah Belajar Elektronika di Kelas PLC.

Materi lain yang sahabat bisa pelajari:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Subscribe To Our Newsletter

Get updates and learn from the best

Materi lainnya yang dapat sahabat pelajari

Teori-Timer-Pada-PLC
Belajar PL Dasar

Teori Timer Pada PLC

Semua orang tahu mengapa waktu sangat penting dalam hidup kita. Baik itu manusia atau mesin, tidak ada yang bisa dilakukan tanpa waktu.

Cara-Kerja-Sensor-Ultrasonik
Belajar PLC

Cara Kerja Sensor Ultrasonik

Apa kesamaan antara lini produksi, bumper mobil modern, dan pencucian mobil otomatis? Jawaban: hampir pasti semuanya dilengkapi dengan sensor ultrasonik.

Apakah Sahabat masih punya pertanyaan lain?