fbpx

Perbedaan Mikroprosesor Dan Mikrokontroler

Perbedaan-Mikroprosesor-Dan-Mikrokontroler
Apa perbedaan mikroprosesor dan mikrokontroler ? Sebenarnnya itu sebuah pertanyaan elektronik sederhana dan mendasar, namun masih banyak sahabat Kelas PLC yang bingung akan kedua komponen elektronika tersebut.

Share This Post

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on email

Apa perbedaan mikroprosesor dan mikrokontroler ? Sebenarnnya itu sebuah pertanyaan elektronik sederhana dan mendasar, namun masih banyak sahabat Kelas PLC yang bingung akan kedua komponen elektronika tersebut.

Dan mari kita sama sama pelajari dari hal yang mendasar terlebih dahulu.

Apa itu Mikrokontroler ?

Mikrokontroler adalah komputer mini pada chip IC semikonduktor tunggal. Ini adalah komputer yang lengkap dan memiliki semua komponen penting yang dibutuhkan pada satu chip seperti processing unit, ROM, RAM, port I / O, port serial dan Timer, dll.

Blok-Diagram-Mikrokontroler

Tidak memerlukan komponen eksternal untuk melakukan tugas yang menjadikannya kandidat yang sempurna untuk perangkat yang disematkan dan kompak di industri. Seri mikrokontroler yang paling umum adalah PIC, 8051, AVR, dll.

Apa itu Mikroprosesor ?

Mikroprosesor adalah IC yang hanya memiliki CPU (Central processing unit) tanpa komponen lain yang diperlukan di dalam kemasan (IC). Kemasannya tidak berisi RAM, ROM, dan komponen lain yang diperlukan untuk melakukan suatu tugas. Oleh karena itu diperlukan komponen eksternal untuk menyelesaikan suatu tugas.

Blok-Diagram-Mikroprosesor

Karena alasan ini, perangkat yang terbuat dari mikroprosesor berukuran lebih besar dan memakan daya tetapi memiliki memori yang dapat ditingkatkan dan kapasitas pemrosesan yang tinggi untuk melakukan tugas-tugas kompleks seperti permainan, pengembangan situs web dan perangkat lunak, dll. Fungsinya tidak terbatas.

Perbedaan Mikroprosesor dan Mikrokontroler:

MikrokontrolerMikroprosesor
Ini adalah komputer mini yang mampu melakukan tugasnya sendiri. Contoh: 8051, 8951 dll.Ini adalah central processing unit komputer. Contoh: 8085, 8086 dll.
Ini memiliki periferal yang diperlukan di dalam chip seperti RAM, ROM, dll itulah sebabnya disebut SoC (system on chip). Unit fungsionalnya adalah register, CU, ALU, RAM, ROM, IO Ports, DAC, ADC, Counter dan Timer.Diperlukan RAM eksternal, ROM untuk melakukan tugas. Unit fungsional adalah register, CU dan ALU dll.
Ini digunakan dalam embedded system dan aplikasi tertentu.Ini digunakan di komputer karena merupakan otak dari sebuah komputer.
Ini digunakan pada perangkat kompak (compact device) karena tidak membutuhkan komponen eksternal.Dibutuhkan komponen eksternal sehingga perangkat membuatnya lebih besar.
Karena beberapa komponen eksternal, konsumsi daya menjadi sangat rendah. Dengan demikian dapat diberdayakan menggunakan baterai.Komponen eksternal membutuhkan tenaga ekstra untuk bekerja. Ini, mereka tidak cocok untuk dijalankan dengan baterai.
Ini memiliki jumlah memori internal tetap, yang tidak dapat ditingkatkan.Memori eksternal dapat ditingkatkan dan dapat dengan mudah diubah-ubah untuk memenuhi tugas.
Karena flash on-chip dan memori, mereka cepat dalam memuat program dan instruksi. Karenanya eksekusi cepat saat startup.Karena memori eksternal, program memerlukan waktu untuk memuat yang membuatnya relatif lambat.
Mikrokontroler juga memiliki sistem hemat daya untuk kondisi idle yang mengurangi konsumsi dayaMikroprosesor tidak memiliki fungsi hemat daya, mereka mengkonsumsi energi dalam kondisi idle.
Kecepatan pemrosesannya (processing speed) adalah 8Mhz hingga 50Mhz. sehingga tidak dapat digunakan untuk tugas-tugas kompleks.Sedangkan kecepatan pemrosesan mikroprosesor di atas 1Ghz. Itu dapat melakukan tugas-tugas kompleks.
MCU dapat mendukung video definisi tinggi hingga 720p.Ini dapat mendukung video definisi tinggi di atas 720p.
Ini dapat mendukung USB 2.0 dengan kecepatan maksimal 480 Mbits / detikSementara itu dapat mendukung USB 3.0 dengan kecepatan 5 Gbits / detik.
MCU adalah aplikasi khusus, yaitu dirancang untuk melakukan satu tugas tertentu.Ini dirancang untuk melakukan tugas-tugas kompleks dan rumit untuk memanfaatkan memorinya yang tinggi.
Ini murah dan memiliki konsumsi daya yang rendah sehingga sempurna untuk elektronik yang dioperasikan dengan baterai yang hemat biaya.Ini mahal dan memakan daya karena memiliki kecepatan pemrosesan yang tinggi sehingga sempurna untuk kinerja tinggi untuk tugas-tugas kompleks.

Perbedaan Mikroprosesor dan Mikrokontroler Berdasarkan Periferal Eksternal

Perbedaan utama antara mikrokontroler dan mikroprosesor adalah adanya perangkat atau komponen yang diperlukan seperti RAM, ROM, EEPROM, dll di dalam satu chip IC.

Karena desain mikrokontroler yang ringkas, mikrokontroler digunakan dalam gadget, mainan, dan perangkat elektronik portabel mini. Meskipun sistem berbasis mikroprosesor berukuran besar dan berat karena periferal eksternal, sistem ini tidak cocok untuk digunakan pada perangkat kecil.

Perbedaan Mikroprosesor dan Mikrokontroler Berdasarkan Konsumsi Daya

Mikrokontroler memiliki fitur penghemat daya built-in dan perangkat internal juga faktor penyebab konsumsi daya yang rendah. Periferal eksternal yang digunakan untuk mikroprosesor meningkatkan konsumsi daya sistem termasuk kurangnya fitur hemat daya. Dengan demikian perangkat berbasis MCU diberi daya menggunakan baterai dengan harapan hidup yang lama, sedangkan perangkat berbasis MPU tidak cocok untuk dijalankan dengan daya tersimpan.

Perbedaan lainnya adalah persyaratan rel tegangan ganda. Mikrokontroler membutuhkan rel tegangan tunggal (multiple voltage rail). Namun, periferal eksternal yang terhubung dengan mikroprosesor membutuhkan level tegangan yang berbeda. Oleh karena itu, mereka membutuhkan catu daya kompleks yang dapat menyediakan rel daya yang memiliki level tegangan berbeda.

Sistem berbasis Mikroprosesor relatif mahal karena membutuhkan RAM eksternal, ROM, dll. Sedangkan mikrokontroler adalah satu chip murah yang dapat melakukan tugasnya sendiri

Memilih antara Mikrokontroler dan Mikroprosesor

Pemilihan antara mikrokontroler (MCU) dan Mikroprosesor (MPU) bergantung dan tergantung pada proyek Sahabat. Ini adalah langkah penting pertama dalam perkembangannya.

  • Chip MCU menggabungkan CPU (central processing unit) serta memori dan periferal yang diperlukan, sedangkan chip MPU hanya memiliki CPU. Jadi pilihan yang lebih baik untuk ukuran adalah MCU
  • MCU terbaik dapat menangani video definisi tinggi 720p. Untuk video di atas 720p, MPU adalah pilihan yang lebih baik.
  • MCU yang dapat mendukung USB 2.0 ini memiliki kecepatan transfer data sekitar 12 Mb / detik hingga 480 Mb / detik. USB 3.0 memberikan kecepatan yang lebih baik sekitar 5 Gb / detik yang membutuhkan daya pemrosesan MPU yang tinggi.
  • MCU lebih lambat dari MPU jadi jika Sahabat perlu memproses data dalam jumlah besar dengan cepat, maka MPU adalah pilihan yang lebih baik.
  • GUI (Graphical User Interface) dapat diimplementasikan menggunakan MCU dan MPU. Tapi MPU adalah pilihan yang lebih baik untuk mengembangkan GUI dengan resolusi tinggi.
  • Fitur hemat daya MCU dan konsumsi daya yang rendah membuatnya sempurna untuk produk yang dioperasikan dengan baterai. Penghematan energi selama kondisi idle meningkatkan masa pakai baterai hingga sepuluh kali lipat.
  • Memori MCU terbatas. Sedangkan memori MPU yang dapat diupgrade paling cocok untuk aplikasi yang menggunakan memori dalam jumlah besar.
  • MPU membutuhkan sistem operasi (OS) sedangkan MCU tidak membutuhkan sistem operasi. Ini langsung memuat program dari firmware-nya. OS membutuhkan kecepatan pemrosesan ekstra yang tidak dimiliki MCU.

Kesimpulan dari poin-poin yang disebutkan di atas adalah bahwa MPU adalah pilihan yang lebih baik untuk memproses data dalam jumlah besar, memiliki kecepatan pemrosesan tinggi, mendukung resolusi video lebih besar dari 720P (termasuk GUI resolusi tinggi) dan mendukung USB 3.0.

MCU adalah pilihan yang lebih baik untuk pengembangan produk yang dioperasikan dengan baterai, ringkas, dan murah di mana tugasnya adalah memanfaatkan memori yang rendah untuk mengontrol sensor, aktuator, dan motor untuk melakukan tugas tertentu dengan biaya yang efektif.

Pilihan pertama Sahabat antara mikrokontroler dan mikroprosesor adalah mikrokontroler. Karena hampir semua ide proyek dapat diimplementasikan menggunakan mikrokontroler seperti Arduino dll dengan biaya yang hemat.

Meskipun beberapa proyek mungkin memerlukan mikroprosesor untuk melakukan tugas kompleks seperti pengenalan ucapan, pengenalan wajah (Image processing), artificial intelligence (AI) yang menggunakan memori dalam jumlah besar.

Sahabat juga dapat menggunakan keduanya dalam proyek secara terpisah untuk menjalankan fungsi terpisah secara efektif. Seperti mengontrol sensor dan motor pada robot menggunakan MCU dan memproses data dalam jumlah besar dari kamera dan mikrofon menggunakan MPU.

Jika Sahabat memiliki pertanyaan apa pun yang terkait dengan materi mengenai perbedaan mikroprosesor dan mikrokontroler, Sahabat dapat dengan bebas berkomentar di kolom komentar yang sudah Kelas PLC sediakan.

Terimakasih sudah berkunjung ke Kelas PLC.

Materi lainnya yang dapat Sahabat pelajari:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Subscribe To Our Newsletter

Get updates and learn from the best

Materi lainnya yang dapat sahabat pelajari

Apa-Itu-Sensor-Jarak-Prinsip-Kerja-Jenis-Dan-Aplikasnya
Belajar PLC

Sensor Jarak : Prinsip Kerja, Jenis Dan Aplikasinya

Ada banyak jenis sensor jarak seperti ultrasonik, IR, Proximity, laser, dll. Memilih jenis sensor yang tepat untuk proyek Arduino atau Raspberry PI yang Kita buat menjadi tugas yang sulit untuk di tangani.

Apakah Sahabat masih punya pertanyaan lain?