Protokol Komunikasi PLC Yang Digunakan Di Industri

Protokol Komunikasi PLC

Hari ini, Kita akan belajar mengenai protokol komunikasi PLC yang paling banyak digunakan di industri.

Pada materi ini Sahabat akan mengetahui 31 protokol komunikasi teratas untuk PLC secara detail.

Seperti biasa mari kita pelajari dari hal yang mendasar terlebih dahulu…

Apa Itu Protokol Komunikasi ?

Mungkin kita semua sudah mengetahui definisi dari protokol komunikasi. Tapi tidak salah jika kita mengingat kembali tentang hal itu. Lalu apa itu protokol komunikasi ?

Protokol komunikasi adalah seperangkat aturan yang mengatur komunikasi data.

Dengan kata lain, protokol komunikasi bertindak sebagai kesepakatan antara dua atau lebih perangkat komunikasi.

Dengan menggunakan protokol komunikasi, dua perangkat dapat terhubung dan berkomunikasi satu sama lain.

Tanpa protokol komunikasi, perangkat hanya dapat dihubungkan tetapi tidak dapat dikomunikasikan.

Daftar Protokol Komunikasi PLC

Apa saja protokol komunikasi yang sering digunakan dalam otomasi industri (Industrial Automation) ?

Di sini, Kelas PLC mencantumkan berbagai jenis protokol komunikasi yang digunakan untuk otomatisasi proses pada PLC.

  1. EtherNet/IP
  2. Profibus
  3. Modbus
  4. Interbus
  5. ProfiNet
  6. ControlNet
  7. DeviceNet
  8. DirectNet
  9. CompoNet
  10. RAPIENet
  11. EtherCAT
  12. MelsecNet
  13. Optomux
  14. DF-1 Protocol
  15. HostLink Protocol
  16. MECHATROLINK
  17. DH- Data Highway
  18. PPI- Point to Point
  19. EtherNet Powerlink
  20. MPI- Multi-Point Interface
  21. EGD- Ethernet Global Data
  22. AS-i- Actuator Sensor Interface
  23. OSGP- Open Smart Grid Protocol
  24. DNP3- Distributed Network Protocol
  25. SDS- Smart Distributed System Protocol
  26. PieP- Process Image Exchange Protocol
  27. SRTP- Service Request Transport Protocol
  28. BSAP- Bristol Standard Asynchronous Protocol
  29. FINS- Factory Interface Network Service Protocol
  30. HART- Highway Addressable Remote Transducer Protocol
  31. Recommended Standard (RS-232, RS- 422, and RS-485) Protocol

Ini adalah protokol komunikasi utama yang digunakan untuk PLC dan koneksi jaringan lainnya. Protokol ini didukung oleh berbagai merek software PLC.

Baca juga:   Mode Operasi PLC

Protokol komunikasi bergantung pada tiga bagian fundamental seperti baud rate, panjang jaringan (network length), dan jumlah node.

Lebih banyak protokol komunikasi tersedia di pasaran. Sahabat dapat dengan mudah membeli protokol komunikasi untuk PLC.

Apa Itu Baud Rate ?

Baud Rate juga dikenal dengan kecepatan komunikasi.

Baud Rate adalah laju transmisi data pada jaringan. Satuan Baud Rate adalah bits/second (b/s).

Secara sederhana, ini dihitung sebagai “jumlah data yang ditransfer per detik”.

Catatan: Karena semua komunikasi terjadi melalui saluran antara 0 dan 1, Baud Rate dan Bit Rate adalah sama.

Karakteristik Protokol Komunikasi PLC

Ketika modul PLC terhubung melalui jaringan, protokol komunikasi standar dapat digunakan.

Berbagai jenis protokol komunikasi standar mendukung kecepatan yang berbeda (baud rate), jarak (network length), dan jumlah perangkat penghubung (node).

Dibawah ini adalah tabel karakteristik Protokol Komunikasi PLC

No Protokol / Kabel Baud Rate Length Node
1. Ethernet 100 Mb/s (Beberapa KM) 255
2. Profibus 5-12 Mb/s 15 Km 127
3. MPI 19.2- 38.4 Kb/s 50 m 32
4. PPI 187.5 Kb/s 500 m 1
5. DH 230.4 Kb/s 3.048 Km 64
6. Control Net 5 Mb/s 30 Km  
7. Device Net 500 Kb/s 0.487 64
8. USB Adapter 57.6 Kb/s 10 m 1
9. PC Adapter 9600 Kb/s 15 m 1
10. RS-232 19.2 Kb/s 10 m 1
11. RS-485 10 Kb/s 1.2 Km 32

Protokol komunikasi PLC mana yang harus Kita gunakan ?

  • Jika Kita ingin berkomunikasi dengan lebih banyak node dengan kecepatan lebih, Ethernet adalah pilihan terbaik.
  • Jika jaringan yang Kita memiliki panjang lebih dari 25 Kilo-meter, Kita harus menggunakan protokol Control Net.

Konversi Tipe Data Biner Untuk Baud Rate

Sistem biner berdasarkan bit. Bit adalah 0 atau 1.

  • 1 Nibble= 4 Bits
  • 1 Byte= 8 Bits
  • 1 Word= 2 Bytes = 16 Bits
  • 1 Double Word= 4 Bytes= 32 Bits

Mari kita lihat, diagram representasi data biner.

Diagram-Representasi-Data-Biner

Dari materi diatas kita sudah mengetahui  semua tentang protokol komunikasi pada PLC. Dan Kelas PLC juga membahas hal – hal yang fundamental dari protokol seperti Baud rate (kecepatan komunikasi), panjang jaringan dan jumlah node yang didukung oleh setiap protokol.

Protokol komunikasi apa saja yang Sahabat gunakan untuk PLC? Silahkan share dengan Kelas PLC dan  berkomentar di bawah. Jika Sahabat memiliki pertanyaan, mari kita diskusikan.

Terimakasih sudah Belajar PLC di Kelas PLC.

Materi lain terkait PLC:

Belajar PLC Sekarang!!!

Dapatkan Peluang Karir yang Cemerlang dan Gaji yang Tinggi tanpa Takut Tergantikan Oleh Robotik & AI (Artificial Intelligence).

Share This Post

Faris Hadi Utomo

Faris Hadi Utomo

Hai! Saya Faris. Di Kelasplc.com, Saya mengejar kecintaan saya pada mengajar & berkarya. Saya seorang Electrical & Automation Engineering, Dan jika Kamu benar-benar ingin tahu lebih banyak tentang saya, silakan kunjungi Halaman "About" saya.

Baca Selengkapnya

Subscribe To Our Newsletter

Get updates and learn from the best

Materi lainnya yang dapat sahabat pelajari

pre-treatment-sigma-pro
Belajar PLC

Pre-Treatment Sistem Pengolahan Air: Peran Filter Otomatis Sigma Pro Sebelum RO

Dalam sistem pengolahan air modern, baik untuk industri, pertanian, maupun air bersih, tahap pre-treatment memegang peranan yang sangat krusial. Pre-treatment yang baik akan menentukan performa unit lanjutan seperti media filter, cartridge filter, dan Reverse Osmosis (RO). Di Indonesia, di mana sebagian besar sumber air baku berasal dari sungai, waduk, dan sumur dengan kandungan lumpur serta

Sigma-Pro-Amiad
Belajar PLC

Filter Otomatis Sigma Pro Amiad: Solusi Filter Air Andal untuk Berbagai Aplikasi Pengolahan Air

Dalam berbagai sistem pengolahan air, kualitas air baku menjadi faktor krusial yang menentukan keandalan dan umur pakai seluruh peralatan di hilir sistem. Baik untuk kebutuhan industri, komersial, utilitas, pertanian modern, maupun sistem Reverse Osmosis (RO), air dengan kandungan lumpur, pasir, dan padatan tersuspensi tinggi dapat menyebabkan penurunan performa, peningkatan biaya operasional, hingga kerusakan peralatan. Di

Apakah Sahabat masih punya pertanyaan lain?

Scroll to Top