fbpx

Komponen PLC Dan Fungsinya

Komponen-PLC-Dan-Fungsinya
PLC dirancang dengan beberapa komponen perangkat keras utama, yang masing-masing memiliki fungsinya tersendiri.

Share This Post

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on email

Komponen PLC Dan Fungsinya – Arsitektur dasar sebuah PLC penting untuk dipahami. Sangat penting untuk mengetahui tentang komponen perangkat keras (hardware) PLC dasar yang ada di dalam PLC, karena itu akan membuat pemahaman Sahabat tentang PLC jauh lebih mudah. Komponen perangkat keras adalah blok fisik dari PLC.

4 Komponen Utama PLC

PLC dirancang dengan beberapa komponen perangkat keras utama, yang masing-masing memiliki fungsinya tersendiri. Disini kami dapat membagi komponen-komponen itu menjadi empat kategori:

  • CPU (central processing unit, the microprocessor, memory)
  • Modul Input
  • Modul Output
  • Power Supply

Tentu saja, kebanyakan PLC terdiri dari banyak komponen tetapi ini adalah yang paling penting. Jika Sahabat tahu tentang empat komponen perangkat keras utama dalam sebuah PLC, Sahabat akan lebih mudah kedepannya untuk belajar dan menggunakan PLC pada project yang ingin sahabat buat dengan PLC. Mari kita bahas secara singkat mengenai 4 komponen utama PLC tersebut.

CPU – Prosesor PLC

CPU adalah otak PLC, tempat semua perhitungan berlangsung. Untuk lebih tepatnya, ini adalah bagian yang menjalankan program PLC. Sahabat mungkin pernah mendengar tentang mikroprosesor.

Mikroprosesor adalah sirkuit terintegrasi yang menjalankan program. Mikroprosesor ada di mana-mana dan mikroprosesor yang paling dikenal adalah yang dimiliki semua komputer. Intel Core i7 adalah mikroprosesor. Yang sangat maju. CPU pada PLC juga merupakan mikroprosesor, tetapi kurang kuat dari yang ada di komputer.

Mikroprosesor adalah tempat plc memproses semua program dari sinyal input dan output.

Memori Pada PLC

Di mana PLC menyimpan semua informasi itu? PLC memiliki memori seperti komputer, yang disebut RAM atau random access memory. PLC biasanya juga memiliki beberapa memori yang disebut ROM dan EEPROM. Ada sedikit perbedaan antara jenis-jenis memori ini dalam PLC dan itu ada hubungannya dengan penghapusan memori:

RAM (random access memory)

Temporary memory (memori sementara) pada PLC digunakan saat menjalankan program PLC. Memori ini tidak stabil yang artinya memori akan terhapus setiap kali listrik mati.

ROM (read only memory)

Permanent memory (memori permanen) pada PLC digunakan untuk menyimpan sistem operasi PLC. Sistem operasi membuat PLC dapat menjalankan program PLC yang kita buat.

EEPROM (electronically erasable programmable read only memory)

Ini adalah memori permanen seperti halnya ROM, tetapi dengan satu perbedaan penting: itu dapat dihapus dan digunakan kembali. EEPROM dapat dihapus secara elektronik dan digunakan kembali. Biasanya ini adalah tempat program PLC Kita disimpan di PLC.

Pembahsan mengenai modul input, modul output dan power supply akan kita bahas secara terpisah di materi berikutnya.

Inti dari materi ini kita sudah mengetahui komponen utama pada PLC yaitu CPU, Modul Input, Modul Output Dan Power supply.

Semoga materi Komponen PLC Dan Fungsinya dapat menambah pemahaman sahabat mengenai PLC dan akan memudahkan sahabat untuk belajar PLC.

Oh iya jika sahabat tidak sabar ingin belajar dasar – dasar PLC, sahabat bisa mengikuti kursus secara PLC secara online dengan mengklik tombol di bawah ini yah.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Subscribe To Our Newsletter

Get updates and learn from the best

Materi lainnya yang dapat sahabat pelajari

Apakah Sahabat masih punya pertanyaan lain?