fbpx

Pengertian Phototransistor Dan Cara Kerjanya

Pengertian-Phototransistor-Dan-Cara-Kerja-Phototransistor
Bagi Sahabat yang sudah terjun di bidang elektro, mungkin tak akan asing dengan apa itu phototransistor.

Share This Post

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on email

Pengertian Phototransistor Dan Cara Kerja Phototransistor – Bagi Sahabat yang sudah terjun di bidang elektro, mungkin tak akan asing dengan apa itu phototransistor. Namun, bagi Sahabat yang masih belum terlalu mengerti tentang bidang elektro, dapat menyimak materi di bawah ini.

Tak hanya akan membahas mengenai pengertiannya saja, namun juga tentang cara kerja komponen elektronika yang satu ini. Ini akan membantu Sahabat dan juga menjawab apa yang ingin Sahabat ketahui tentang phototransistor. Tanpa menunggu lama, berikut adalah materi yang dapat Sahabat simak.

Pengertian Phototransistor

Dalam bidang elektronika, Phototransistor adalah sebuah komponen yang sangat penting. Phototransistor merupakan transistor yang mampu mengubah energi cahaya sehingga menjadi energi listrik.

Kemudian komponen ini juga mempunyai penguat atau gain internal. Gain internal yang sudah terintegrasi inilah yang mampu membuat kepekaan atau daya sensitivitas komponen phototransistor ini terhadap cahaya menjadi lebih baik.

Materi Lainnya : Internet Of Things (IoT)

Hal ini dapat dibandingkan dengan photo diode atau juga photo resistor yang memiliki kemampuan mendeteksi cahaya sama seperti phototransistor. Hal ini membuat cahaya yang nantinya diterima phototransistor ini menimbulkan arus pada area basis. Kemudian juga dapat menghasilkan penguat arus sampai memiliki daya ratusan hingga ribuan kali lipat. Perlu diketahui jika komponen phototransistor ini termasuk ke dalam golongan transduser.

Transduser merupakan sebuah perangkat yang mampu mengubah suatu energi ke dalam bentuk energi yang lain. Bentuk energi tersebut misalnya energi mekanik, energi listrik, energi elektromagnetik, energi kimia, energi cahaya, energi bunyi (akustik), serta energi panas.

Biasanya semua perangkat atau alat yang mampu merubah atau melakukan konversi menjadi energi lain, maka perangkat tersebut dapat disebut sebagai transduser.

Pengertian phototransistor ini juga dapat dilihat dari kemasannya. Komponen ini biasanya dikemas dalam sebuah bentuk transparan. Komponen ini juga merupakan komponen yang diletakkan di tempat untuk penerima cahaya.

Struktur Phototransistor

Komponen elektronika ini didesain secara khusus sebagai alat yang dapat mendeteksi cahaya. Dengan demikian, phototransistor ini pun mampu memiliki jangkauan wilayah basis serta kolektor yang lebih besar.

Hal ini dapat dibandingkan dengan kemampuan transistor yang normal pada umumnya. Sementara itu, bahan dasar awal dari komponen ini adalah terbuat dari bahan semi konduktor. Misalkan seperti silikon serta germanium yang dapat membentuk struktur seperti homon junction.

phototransistor

Akan tetapi, untuk perkembangan dari struktur phototransistor ini lebih banyak memakai bahan dari semi konduktor galium arsenide. Ini adalah bahan yang termasuk ke dalam golongan semi konduktor III-V.

Dengan hal ini, dapat terbentuk struktur hetero junction yang memberikan konversi yang efisien lebih tinggi. Hetero junction merupakan struktur yang memakai bahan atau komponen berbeda di kedua sisi dari persimpangan PN. Untuk kemasan phototransistor ini, biasanya berwarna transparan dan terletak di area yang dapat menerima cahaya.

Bentuk Dan Simbol Phototransistor

Phototransistor pada biasanya dikemas dalam wujud transparan pada area dimana Photo Transistor itu menerima cahaya. Selanjutnya dibawah ini merupakan bentuk serta simbol Phototransistor.

phototransistor-adalah

Cara Kerja Phototransistor

Cara kerja Phototransistor atau prinsip kerjanya dari pengertian phototransistor ini tak berbeda jauh dengan transistor yang normal biasa. Cara kerjanya yang mana arus di basis transistor akan dikalikan dalam memberikan arus untuk kolektor.

Akan tetapi, khusus yang terjadi di phototransistor, arus pada basis akan dikendalikan melalui jumlah cahaya ataupun infra merah yang diterima. Sehingga, untuk fisik phototransistor secara umum mempunyai dua kaki.

Kedua kaki tersebut memiliki nama atau sering disebut dengan emitor dan kolektor. Sementara itu, terminal pada basis memiliki bentuk seperti lensa yang fungsinya sebagai sensor yang mendeteksi datangnya cahaya.

Sehingga, cara kerja phototransistor yakni jika terminal pada basis tersebut menerima cahaya dapat dialirkan ke kedua kaki. Apabila cahaya yang diterima semakin tinggi intensitasnya, maka arus yang akan dialirkan ke emitor dari kolektor tersebut juga akan semakin besar.

Dengan penjelasan ini, pengertian phototransistor dan juga cara kerjanya pun diharapkan dapat digambarkan dengan jelas. Komponen ini mempunyai sifat yang hampir sama dengan transistor ini berarti kondisi cut off yang berbeda pada saat tidak terjadi arus yang mengalir pada basis ke emitor.

Kemudian juga kondisi saturasi ini terjadi ketika terdapat arus yang mengalir pada basis ke emitor. Sehingga, dapat dikatakan jika kondisi cut off ini terjadi pada saat tidak adanya cahaya infra merah yang diterima. Lalu juga terjadi ketika kondisi saturasi terjadi di saat terdapat infra merah yang diterima.

Kelebihan Phototransistor

Sebagai komponen yang penting dalam bagian perangkat elektronik, phototransistor tentu memiliki beberapa kelebihan. Kelebihan ini dapat dibandingkan dengan photo diode yang menghasilkan arus relatif rendah.

Dengan demikian, phototransistor dapat dikatakan lebih tinggi menghasilkan arus listrik jika dibandingkan dengan photo diode. Kelebihan lain yakni tentang ukurannya yang lebih sederhana dan kecil.

Tentu pengertian phototransistor ini berkaitan dengan harga yang relatif murah dalam sebuah rangkaian yang dapat diintegrasikan dengan mudah. Selanjutnya, phototransistor ini mempunyai kepekaan respon yang lebih cepat.

Dapat juga menghasilkan output yang bisa dikatakan hampir instan. Berikutnya jika dibandingkan dengan photo resistor, komponen ini dapat menghasilkan tegangan. Sedangkan photo resistor tidak dapat menghasilkan tegangan.

Kelemahan Phototransistor

Setiap perangkat atau apapun yang memiliki kelebihan, tentu juga memiliki kelemahan. Begitu yang terjadi dengan komponen elektronika yang satu ini. Phototransistor memiliki kelemahan jika dilihat dari bahan pembuatnya.

Phototransistor berasal dari bahan silikon yang memang tak mampu bertahan dengan tegangan di atas 1000 volt. Kelemahan berikutnya adalah tentang lemahnya kemampuan phototransistor untuk menghadapi lonjakan arus.

Komponen ini akan sangat rentan terhadap lonjakan yang terjadi pada arus listrik mendadak atau disebut juga dengan electric surge.

Kemudian, pengertian phototransistor juga untuk dibandingkan dengan perangkat lain, phototransistor ini tidak memungkinkan elektronnya dapat bergerak sebebas perangkat atau komponen yang lainnya. Misalkan saja dibandingkan dengan tabung elektron.

Silahkan share jika materi ini bermanfaat.

Terimakasih sudah belajar di Kelas PLC.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Subscribe To Our Newsletter

Get updates and learn from the best

Materi lainnya yang dapat sahabat pelajari

Pengertian-Integrated-Circuit-(IC)-dan-Aplikasinya
Electrical Engineering

Pengertian Integrated Circuit (IC) dan Aplikasinya

Pengertian Integrated Circuit (IC) dan aplikasinya penting untuk kita ketahui mengingat peranannya di dalam kehidupan. Integrated Circuit atau sering disingkat dengan IC merupakan komponen elektronika aktif.

Perbedaan-Mikroprosesor-Dan-Mikrokontroler
Electrical Engineering

Perbedaan Mikroprosesor Dan Mikrokontroler

Apa perbedaan mikroprosesor dan mikrokontroler ? Sebenarnnya itu sebuah pertanyaan elektronik sederhana dan mendasar, namun masih banyak sahabat Kelas PLC yang bingung akan kedua komponen elektronika tersebut.

Apakah Sahabat masih punya pertanyaan lain?