fbpx

Pengertian Transistor Darlington dan Konfigurasinya

Pengertian-Transistor-Darlington-dan-Konfigurasinya
Pengertian transistor Darlington dan konfigurasinya dapat dijelaskan melalui ulasan berikut. Pada dasarnya, pengertian transistor Darlington yakni sepasang transistor bipolar (PNP atau NPN) dan dihubungkan secara seri.

Share This Post

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on email

Pengertian transistor Darlington dan konfigurasinya dapat dijelaskan melalui ulasan berikut. Pada dasarnya, pengertian transistor Darlington yakni sepasang transistor bipolar (PNP atau NPN) dan dihubungkan secara seri.

Kemudian juga bertindak sebagai transistor tunggal yang bisa menghasilkan gain (penguatan) lebih tinggi. Transistor Darlington ini bisa berupa dua transistor yang tersambung dengan cara individu atau satu perangkat yang tunggal.

Kemudian dibuat dengan cara komersial pada satu kemasan paket dengan standar berupa tiga kaki. Tiga kaki tersebut adalah basis, emitor, dan juga kolektor yang diintegrasikan pada satu chip.

Sementara itu, nama dari Darlington diambil dari penemu yakni Sidney Darlington. Ia adalah salah satu karyawan yang bekerja di laboratorium Bell di Amerika Serikat.

Pengertian Transistor Darlington dan Konfigurasinya

Jika pengertian dari transistor sudah diulas di bagian awal, maka kini akan mengulas tentang konfigurasi dari transistor tersebut. Rangkaian dari transistor yang ditemukan Sidney Darlington di tahun 1953 memiliki susunan yang khusus.

Dimana terdiri dari dua transistor bipolar yang kaki emitornya dihubungkan dengan kaki basis transistor yang lainnya. Sehingga, gain pada resistor yang pertama diperkuat lebih lanjut oleh transistor kedua.

Transistor Darlington disediakan dalam seluruh paket. Akan tetapi, anda dapat membuatnya dari dua buah transistor. Di pasangan transistor Darlington, terdapat transistor premier yang merupakan jenis rendah daya. Namun pada umumnya, transistor sekunder memiliki daya yang lebih tinggi.

Kaki kolektor di kedua transistor dihubungkan dengan bersamaan. Sedangkan pada kaki emitor TR1 disambungkan pada kaki basis TR2. Hal tersebut agar mampu menggerakkan TR2 tersebut.

Pengertian transistor Darlington dan konfigurasinya ini mampu menghasilkan perkalian β. Sebab untuk arus di basis Ib, arus di kolektor β x Ib penguatannya lebih dari satu. Sehingga dapat diartikan dalam rumus:

IC = IC1 + IC2
IC = (β1 x Ib) + (β2 x Ib2)

Namun, arus pada basis Ib2 merupakan sama pada arus emitor IE1 TR1. Hal tersebut dikarenakan adanya kaki emitor TR1 yang dihubungkan dengan kaki basis TR2.

Dengan demikian, pada keseluruhan gain arus (β) berasal dari penguatan transistor yang pertama. Kemudian dikalikan gain transistor yang kedua. Sehingga, gain akan menjadi lebih tinggi. Arti lain yakni sepasang dari transistor bipolar digabung secara bersamaan hingga menjadi transistor Darlington.

Kemudian bisa dianggap sebagai satu buah transistor tunggal yang mempunyai nilai β tinggi serta resisten dengan input yang tinggi pula.

Rangkaian Pasangan Transistor Darlington

Konfigurasi-Dasar-Transistor-Darlington

Konfigurasi dari rangkaian ini memiliki fungsi dalam beragam aplikasi pada rangkaian elektronik dan juga rangkaian listrik. Terdapat beberapa keuntungan saat memakai rangkaian pasangan transistor ini, yakni saat kita membandingkan bentuk lain rangkaian dari transistor.

Rangkaian dari pasangan Darlington bisa dipakai dalam wujud komponen diskrit. Akan tetapi, terdapat dalam berbagai bentuk rangkaian yang terpadu yang juga dapat digunakan. Dimana merupakan pengertian transistor Darlington dan konfigurasinya.

Komponen dari transistor ini bisa didapatkan dalam beragam wujud, termasuk ke dalam aplikasi daya yang tinggi. Dimana pada tingkat arus penguat (sering disebut amplifier) mungkin juga penting.

Rangkaian dasar dari transistor ini bisa dibentuk dengan mengambil terminal emitor yang input dari transistor. Kemudian menyambungkan pada terminal base dari transistor yang kedua. Lalu terminal dari kolektor pada transistor ini bisa dihubungkan secara bersama-sama.

Rangkaian tersebut dapat dipakai sebagai transistor tunggal dan dalam beberapa rangkaian. Akan tetapi, sebagian besar dari rangkaian tersebut adalah pengikut emitor. Saat transistor dipakai pada desain perangkat elektronik yang baru, maka dibutuhkan untuk beralih.

Hal ini diketahui jika ia mempunyai frekuensi yang tinggi serta pergeseran fasa lebih besar. Hal tersebut dibandingkan dengan saat satu transistor saja yang digunakan. Ketika membuat pasangan dari transistor Darlington ini, transistor o/p dibutuhkan agar bisa mengganti level dari arus tinggi. Ini juga merupakan pengertian transistor Darlington dan konfigurasinya.

Sementara itu, transistor yang memiliki daya yang lebih tinggi biasanya mempunyai tingkat penguatan arus lebih rendah jika dibandingkan dengan varietas sinyal yang lebih kecil. Hal ini dapat dikatakan jika seringkali perangkat pada input merupakan sinyal kecil gain paling tinggi variasinya.

Sedangkan o/p pada transistor merupakan perangkat dengan daya yang lebih tinggi daripada gain arus lebih rendah secara inheren.

Contoh Perhitungan dari Transistor Darlington

Perhitungan dari dua transistor yang dihubungkan secara bersama-sama dalam wujud pasangan rangkaian transistor ini dalam upaya menyalakan lampu halogen dengan daya 12 volt 75 watt.

Apabila gain arus yang maju dari transistor yang pertama yakni 25 serta pada transistor yang kedua adalah 80, maka cara perhitungan yang diperlukan dalam mengetahui arus maksimum oleh basis transistor agar mampu menyalakan lampu tersebut yakni menghitung arus lampu tersebut. Sehingga pengertian transistor Darlington dan konfigurasinya mampu diketahui.

Perlu kita ketahui jika arus yang dibutuhkan oleh lampu tersebut yakni sama pada arus kaki kolektor di transistor kedua. Lalu, pakailah persamaan dalam menghitung arus pada basis yang dibutuhkan.

Pasangan transistor Darlington ini mempunyai beberapa kelebihan dan juga kekurangan. Hal ini tergantung pada pemakaiannya.

Kelebihan Transistor Darlington

Transistor ini mampu memiliki gain arus yang lebih tinggi. Kemudian impedansi input lebih tinggi dari rangkaian transistor ini. Darlington juga tersedia luas di dalam satu paket. Lalu, kelebihan selanjutnya adalah mempunyai konfigurasi yang sangat nyaman dan juga mudah.

Kekurangan Transistor Darlington

Dalam kecepatan switching, transistor ini cenderung lebih lambat dengan bandwidth yang sempit. Kemudian tegangan base pada emitor lebih tinggi. Selanjutnya memiliki tegangan saturasi lebih tinggi. Sehingga dapat mengakibatkan tingkat disipasi pada daya yang lebih tinggi di aplikasi tertentu. Dengan demikian, pengertian transistor Darlington dan konfigurasinya dapat diketahui secara jelas.

Jika Sahabat memiliki pertanyaan apa pun yang terkait dengan materi ini, Sahabat dapat dengan bebas berkomentar di kolom komentar yang sudah Kelas PLC sediakan.

Terimakasih sudah Belajar Elektronika di Kelas PLC.

Materi lain yang sahabat bisa pelajari:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Subscribe To Our Newsletter

Get updates and learn from the best

Materi lainnya yang dapat sahabat pelajari

Apa-Itu-Sensor-Jarak-Prinsip-Kerja-Jenis-Dan-Aplikasnya
Belajar PLC

Sensor Jarak : Prinsip Kerja, Jenis Dan Aplikasinya

Ada banyak jenis sensor jarak seperti ultrasonik, IR, Proximity, laser, dll. Memilih jenis sensor yang tepat untuk proyek Arduino atau Raspberry PI yang Kita buat menjadi tugas yang sulit untuk di tangani.

Apakah Sahabat masih punya pertanyaan lain?