fbpx

Perbedaan Relay dan Kontaktor

perbedaan-relay-dan-kontaktor

Share This Post

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on email

Perbedaan Relay dan KontaktorRelay dan kontaktor adalah sakelar elektromagnetik yang dirancang dengan tujuan untuk menyediakan sakelar dan mengendalikan aksi. Perbedaan antara relay dan kontaktor terletak pada beban yang dibawa dan faktor pemanfaatan daya.

Pada dasarnya, relay cocok untuk aplikasi tegangan atau arus rendah. Sebaliknya, rated value tegangan dan arus dalam kasus kontaktor relatif tinggi.

Baca juga:   Teori Timer Pada PLC

Relay dan kontaktor adalah sakelar yang dioperasikan secara elektrik untuk tujuan pemindahan beban dan pengendalian rangkaian. Umumnya, rating arus beban yang ditawarkan oleh relay adalah sekitar 20A sedangkan kontaktor mendukung rating arus beban bahkan 30, 40, atau 50A.

Pengertian Relay

Relay adalah sakelar yang dirancang untuk beroperasi secara elektrik dan digunakan untuk mengendalikan rangkaian dengan menggunakan sinyal berdaya rendah. Ini bertindak sebagai penghubung antara sirkuit yang perlu dikontrol dan sirkuit yang mengontrolnya.

Dengan menggunakan relai, isolasi listrik antara rangkaian pengontrol dan pengontrol dapat maintain.

Banner Promo Kursus Dasar - Dasar PLC
Baca juga:   Mode Operasi PLC

Sebuah relay beroperasi sedemikian rupa sehingga memiliki dua sisi yaitu primer dan sekunder. Ada kumparan yang ada di sisi primer yang diberi energi oleh catu daya DC atau AC berdaya rendah yang tidak lain adalah sinyal kontrol.

Sedangkan sisi sekunder membentuk sambungan dengan beban yang perlu dikendalikan. Beban ini umumnya bersifat AC seperti kipas angin, pompa, bohlam, kompresor, dll.

Baca juga:   Fungsi PLC (Programmable Logic Controller)

Kumparan elektromagnetik menghasilkan medan magnet ketika arus melewatinya. Dengan bantuan pegas, angker dihubungkan ke ujung kumparan dan angker ini ditarik ke arah kumparan ketika suplai memberi energi pada kumparan.

Ketika kumparan tidak diberi energi maka angker mencapai posisi normalnya. Dengan cara ini rangkaian menjadi lengkap dan beban mengalami energi listrik yang disuplai dan beroperasi sesuai dengan itu.

Pengertian Kontaktor

Suatu alat listrik yang dirancang dengan tujuan untuk menghidupkan atau mematikan sakelar listrik disebut sebagai kontaktor. Perangkat yang menghabiskan daya dikendalikan oleh kontaktor yang menawarkan kontak tugas berat untuk menyediakan peralihan rangkaian daya yang aman.

Mirip dengan pengoperasian relai, kontaktor dikendalikan oleh koil atau kumparan setelah diberi energi oleh sumber AC maupun DC.

Baca juga:   Perbedaan Colorimeter dan Spektrofotometer

Namun, tidak seperti relay, ia memiliki penutup penekan arc untuk memberikan pendinginan pada arc yang terbentuk dalam kondisi kontak terbuka dengan beban. Dalam kontaktor, karena tarikan angker ke atas, kontak yang bergerak membentuk koneksi dengan kontak stasioner.

Namun, setelah de-energization, dropping out dari angker memutuskan kontak bergerak dan kontak stasioner.

Baca juga:   Perbedaan Antara RISC dan CISC

Perlu dicatat di sini bahwa dalam kondisi terbuka magnet (angker), terdapat celah udara yang besar, sehingga reaktansinya rendah. Setelah kumparan diberi energi, ia menarik sejumlah besar arus yang menyebabkan angkernya tertutup sehingga mengurangi celah udara.

Ini meningkatkan reaktansi dan mengurangi arus kumparan. Dalam hal ini, arus kumparan turun menjadi arus magnet yang menahan kontaktor tertutup terhadap gaya yang diterapkan oleh pegas.

Perbedaan Relay Dan Kontaktor

  1. Faktor kunci perbedaan antara relai dan kontaktor terletak pada tujuan penggunaannya. Relai umumnya cocok untuk aplikasi switching tegangan rendah sedangkan kontaktor digunakan untuk aplikasi switching tegangan tinggi.
  2. Ukuran keseluruhan relai kecil dibandingkan dengan kontaktor.
  3. Elektromagnet yang digunakan dalam relai berukuran relatif lebih kecil daripada yang digunakan pada kontaktor sehingga relai mengkonsumsi lebih sedikit daya dibandingkan dengan kontaktor.
  4. Harga Kontaktor cukup mahal daripada harga relay.
  5. Kehadiran relay cocok di rangkian kontrol, untuk beban satu phase. Namun, kontaktor ada di rangkaian utama untuk aplikasi kontrol dan daya, untuk beban tiga phase.
  6. Beban pada relai dirancang untuk menangani arus sekitar 10 A atau kurang sementara beban pada kontaktor dapat menangani arus lebih dari 10 A hingga 30, 40, atau 50 A.
  7. Voltage rating yang ditawarkan oleh relay hingga 250 V sedangkan kontaktor sekitar 1000 V.
  8. Relai menawarkan kecepatan switching yang relatif lebih cepat daripada kontaktor untuk aplikasi yang sama.
  9. Relai dirancang untuk mengontrol 2 atau 3 beban sedangkan kontaktor umumnya mengontrol 4 beban apalagi kontaktor menawarkan peningkatan beban hingga 6, 8, atau bahkan 12 beban.
  10. Dikatakan bahwa kontaktor menawarkan keamanan yang lebih baik daripada relai selama operasi karena fakta bahwa komponen keselamatan seperti sistem penekan arc (arc suppression) dan kontak pegas (spring contact) ada di dalam kontaktor namun tidak ada di dalam relay.
  11. Untuk relay tidak disedian koneksi untuk menangani kelebihan beban (overload), beda kasus pada kontaktor.
  12. Dalam relay, tidak ada peluang untuk mengubah koil di dalamnya setiap kali diperlukan sementara sebagian besar kontaktor mendukung penggantian koil jika diperlukan.
  13. Relai mendukung kontak normally open atau normally closed tergantung pada kondisi sedangkan kontaktor umumnya dirancang untuk beroperasi di bawah kontak normally open.

Kesimpulan

Oleh karena itu, kita dapat mengatakan relay sesuai dengan aplikasi satu phase sehingga digunakan dalam rangkaian otomatisasi dan proteksi seperti pada kontrol motor listrik, pompa listrik, dll.

Sementara kontaktor sesuai dengan aplikasi tiga phase sehingga berguna dalam motor induksi, transformator, kapasitor bank, dll.

Semoga artikel mengenai perbedaan relay dan kontaktor ini dapat memberikan manfaat untuk Sahabat pembaca setia Kelas PLC.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Subscribe To Our Newsletter

Get updates and learn from the best

Materi lainnya yang dapat sahabat pelajari

Apakah Sahabat masih punya pertanyaan lain?